Igor Tudor di Ambang Rekor Buruk Premier League, Tottenham Hadapi Fulham dalam Tekanan

Pelatih interim , , berada di bawah sorotan tajam menjelang pertandingan krusial melawan di Craven Cottage pada Minggu, 1 Maret 2026. Laga ini bukan hanya penting untuk mendongkrak posisi The Lilywhites di klasemen , tetapi juga berpotensi menorehkan catatan buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah liga bagi sang manajer asal Kroasia tersebut.

Tudor, yang baru ditunjuk sebagai pelatih interim pada Februari 2026 menggantikan Thomas Frank, mengawali kiprahnya di London Utara dengan kekalahan telak 4-1 dari rival sekota, Arsenal, dalam derbi London Utara pekan lalu. Jika Tottenham kembali kebobolan empat gol atau lebih saat menghadapi Fulham, Tudor akan menjadi manajer Premier League pertama yang kebobolan empat gol atau lebih dalam dua pertandingan pertamanya di turnamen tersebut.

Tekanan Ganda untuk Tottenham dan Tudor

Situasi Tottenham saat ini memang jauh dari ideal. Mereka terdampar di posisi ke-16 klasemen Premier League, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi. Tim ini juga menjadi satu-satunya klub Premier League yang belum meraih kemenangan di tahun 2026, dengan catatan empat hasil imbang dan lima kekalahan dari sembilan pertandingan terakhir mereka di liga.

Apabila Tottenham gagal meraih kemenangan di Craven Cottage, mereka akan menyamai rekor tanpa kemenangan terpanjang mereka di era Premier League, yakni 10 pertandingan. Rekor serupa pernah dicatatkan di bawah asuhan Ossie Ardiles pada tahun 1994. Selain itu, Tudor juga berisiko menjadi manajer Spurs kedua setelah Martin Jol pada November 2004 yang kalah dalam dua pertandingan pembuka Premier League-nya.

Menanggapi tantangan ini, Igor Tudor menyatakan komitmennya. “Merupakan suatu kehormatan untuk bergabung dengan klub ini di momen penting,” ujar Tudor. “Saya memahami tanggung jawab yang telah diberikan kepada saya dan fokus saya jelas. Untuk membawa konsistensi yang lebih besar pada penampilan kami dan bersaing dengan keyakinan di setiap pertandingan. Ada kualitas yang kuat dalam skuad pemain ini, dan tugas saya adalah mengaturnya, memberi energi, dan meningkatkan hasil kami dengan cepat.”

Ambisi Fulham dan Sejarah Pertemuan

Di sisi lain, Fulham datang ke pertandingan ini dengan motivasi tinggi. Mereka berambisi untuk mencatatkan double kemenangan di liga atas Tottenham untuk pertama kalinya sejak musim 2003-2004. Pada pertemuan sebelumnya di bulan November, Fulham berhasil mengalahkan Tottenham dengan skor 2-1.

Direktur Olahraga Tottenham, Johan Lange, menaruh harapan besar pada Tudor. “Igor membawa kejelasan, intensitas, dan pengalaman dalam menghadapi momen-momen menantang serta menghasilkan dampak,” kata Lange. “Tujuan kami sederhana – untuk menstabilkan penampilan, memaksimalkan kualitas dalam skuad, dan bersaing dengan kuat di Premier League.”

Laga kontra Fulham ini akan menjadi ujian berat bagi Igor Tudor dan Tottenham Hotspur. Hasil pertandingan tidak hanya akan menentukan arah musim mereka, tetapi juga berpotensi mengukir sejarah, baik yang diinginkan maupun yang tidak, di buku rekor Premier League.