IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan di Tengah Bayang-bayang Koreksi, Sentimen Global dan Domestik Jadi Penentu

ihsg, pasar modal, saham, investasi, geopolitik

Indeks Harga Gabungan () diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, meskipun potensi koreksi tajam masih membayangi. Optimisme pasar muncul setelah indeks mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan sebelumnya, didukung oleh kombinasi sentimen positif dari global dan domestik.

Pada Rabu (25/3/2026), IHSG ditutup menguat 195,282 poin atau 2,75% ke level 7.302,121. Penguatan ini disertai dengan kenaikan volume pembelian yang solid. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga melonjak 3,33%, dengan sektor energi melesat 5,15% dan industri naik 5,98%.

Katalis Positif dari Geopolitik dan Domestik

Meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu katalis utama yang mendorong penguatan pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, memicu spekulasi kesepakatan damai dan meredakan kekhawatiran global. Selain itu, kinerja positif bursa saham di kawasan Asia turut memberikan angin segar bagi pasar domestik.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari perburuan saham-saham yang dinilai sudah murah pasca libur panjang, serta penguatan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) terutama di sektor perbankan dan komoditas. Stabilitas makroekonomi Indonesia juga menjaga optimisme pasar. Wacana pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi sinyal positif terhadap disiplin fiskal pemerintah, yang dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Ekspektasi pembagian dividen tahun buku 2025, seperti cum date BBCA pada 27 Maret 2026 dengan estimasi dividend yield 4,1%, juga menjadi perhatian investor.

Potensi Koreksi dan Level Krusial

Meskipun berpotensi melanjutkan penguatan, IHSG masih dihadapkan pada risiko koreksi, terutama karena potensi aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan signifikan. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887 dalam skenario terburuk. Ketidakpastian geopolitik global, meskipun mereda, belum sepenuhnya hilang dan tetap menjadi faktor yang perlu dicermati. Pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 16.900 per dolar AS juga membuat aliran dana asing cenderung selektif.

Secara teknikal, sejumlah analis memberikan proyeksi level support dan resistance untuk perdagangan hari ini. Analis PT MNC Sekuritas menyebut level support di 7.156 dan 7.022, dengan resistance di 7.374 dan 7.527. Sementara itu, Analis sekaligus VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 7.146 dan resistance 7.516. Analis Panin Sekuritas, Elandry Pratama, melihat potensi penguatan terbatas dengan support 7.200–7.250 dan resistance 7.350–7.400.

Indikator teknikal menunjukkan sinyal positif, dengan Relative Strength Index (RSI) yang keluar dari zona oversold dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang berpotensi membentuk golden cross. IHSG juga ditutup di atas MA5 disertai kenaikan volume beli.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Seiring dengan proyeksi pergerakan IHSG, sejumlah analis merekomendasikan saham-saham pilihan untuk dicermati investor pada perdagangan Kamis (26/3/2026):

  • PT Pilarmas Investindo Sekuritas: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Chandra Daya Tbk (CDIA).
  • Herditya Wicaksana (MNC Sekuritas): PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
  • Oktavianus Audi (Kiwoom Sekuritas): PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan rekomendasi speculative buy dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan rekomendasi trading buy.
  • Elandry Pratama (Panin Sekuritas): PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
  • Ivan Rosanova (Binaartha Sekuritas): PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan rekomendasi trading buy, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan rekomendasi hold, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan rekomendasi hold, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan rekomendasi buy on weakness, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan rekomendasi trading buy.