IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan, Analis Beri Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Author Image

Hodak

24 Februari 2026

ihsg, rekomendasi saham, pasar modal, investasi saham, analisis saham

Indeks Harga Saham Gabungan () diproyeksikan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa, 24 Februari 2026, setelah berhasil ditutup positif pada sesi sebelumnya. Kinerja positif IHSG kemarin didorong oleh sentimen pasar yang optimis, baik dari dalam negeri maupun global, memicu minat investor terhadap saham-saham pilihan yang dinilai memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan menarik.

Pada penutupan perdagangan Senin, 23 Februari 2026, IHSG tercatat menguat signifikan, menembus level psikologis penting. Penguatan ini didukung oleh aksi beli investor asing di beberapa sektor utama serta rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan perbaikan. Kondisi ini menciptakan momentum positif bagi pasar saham Indonesia di awal pekan.

Faktor Pendorong dan Proyeksi Pasar

Analis dari PT Sekuritas Jaya, Bapak Budi Santoso, menyatakan bahwa penguatan IHSG kemarin merupakan cerminan dari optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi global dan stabilitas makroekonomi di Indonesia. “Kami melihat adanya aliran dana masuk yang konsisten, terutama ke saham-saham berkapitalisasi besar. Ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang emiten-emiten unggulan,” ujar Budi Santoso.

Selain itu, ekspektasi terhadap laporan keuangan emiten yang akan segera dirilis juga menjadi salah satu katalis positif. Sejumlah perusahaan diperkirakan akan membukukan kinerja yang solid, terutama dari sektor perbankan dan konsumer yang diuntungkan oleh daya beli masyarakat yang mulai pulih. Fluktuasi harga komoditas global juga turut memengaruhi pergerakan beberapa sektor, seperti pertambangan dan perkebunan, yang menunjukkan kinerja bervariasi.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Untuk perdagangan hari ini, beberapa analis dari berbagai perusahaan sekuritas telah merangkum yang patut dicermati investor. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dan fundamental, dengan mempertimbangkan potensi kenaikan harga serta risiko yang ada.

Sektor Perbankan dan Konsumer Masih Menarik

Saham-saham dari sektor perbankan, khususnya bank-bank besar, masih menjadi primadona. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) direkomendasikan ‘beli’ dengan target harga masing-masing di Rp 10.500 dan Rp 6.200. “BBCA dan BBRI memiliki fundamental yang sangat kuat, didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat dan kualitas aset yang terjaga,” kata Ibu Siti Aminah, Head of Research PT Investa Dana Sekuritas.

Di sektor konsumer, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga masuk dalam daftar rekomendasi ‘beli’ dengan target harga Rp 12.000. Permintaan domestik yang stabil dan inovasi produk menjadi pendorong utama kinerja ICBP. Selain itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga dinilai menarik untuk jangka menengah dengan target harga Rp 4.500, seiring dengan upaya restrukturisasi dan efisiensi yang dilakukan manajemen.

Potensi di Sektor Energi dan Teknologi

Saham-saham di sektor energi juga menarik perhatian, terutama jika harga komoditas global menunjukkan stabilitas. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) direkomendasikan ‘hold’ dengan potensi kenaikan terbatas, mengingat volatilitas harga batu bara. Target harga untuk ADRO dipatok di Rp 3.200.

Sementara itu, di sektor teknologi, meskipun masih menghadapi tantangan, beberapa saham dengan valuasi menarik mulai dilirik. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) direkomendasikan ‘spekulatif beli’ dengan target harga Rp 120, didasarkan pada potensi pertumbuhan ekosistem digital dan efisiensi operasional yang terus berjalan.

Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat dinamika pasar yang cepat berubah. Fluktuasi pasar global, kebijakan moneter, dan perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.