IHSG Kembali Terkoreksi 0,31 Persen di Sesi I, Sentimen Global dan Domestik Membayangi

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

ihsg, bursa efek indonesia, pasar modal, s&p global ratings, tarif dagang as

Indeks Harga Saham Gabungan () mengakhiri perdagangan sesi I hari ini, Jumat (27/2/2026), di zona merah. Indeks acuan (BEI) tersebut tercatat melemah 0,31 persen atau turun 25,93 poin, memposisikan diri pada level 8.209,32.

Pergerakan IHSG pada sesi pagi ini cukup fluktuatif, bahkan sempat mengalami tekanan yang lebih dalam sebelum koreksinya menyusut. IHSG dibuka pada level 8.211,30, melanjutkan tren pelemahan setelah pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026) berada di posisi 8.235,26. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG sempat anjlok 0,77 persen ke level 8.171,82. Sepanjang sesi, indeks mencatatkan level tertinggi di 8.235 dan terendah di 8.093.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 26,48 miliar saham dengan frekuensi 1.505.039 kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp11,26 triliun pada penutupan sesi I. Sebanyak 420 saham mengalami penurunan, sementara 239 saham menguat, dan 156 saham stagnan.

Sentimen Negatif dari Global dan Domestik

Pelemahan IHSG hari ini tidak lepas dari tekanan sentimen negatif, baik dari eksternal maupun internal. Salah satu faktor eksternal yang membayangi adalah peringatan dari terkait profil kredit Indonesia. Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti peningkatan tekanan fiskal, khususnya biaya pembayaran utang yang lebih tinggi, yang meningkatkan risiko ekonomi bagi Indonesia.

Selain itu, kekhawatiran atas potensi penerapan tarif bea masuk tinggi oleh Amerika Serikat (AS) terhadap produk sel dan panel surya yang diimpor dari Indonesia juga turut membebani sentimen pasar. Dari dalam negeri, minimnya katalis positif dan depresiasi nilai tukar rupiah menambah daya tekan di .

Sektor Transportasi Pimpin Pelemahan, Industri Menguat

Secara sektoral, mayoritas indeks sektor berada di zona negatif. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 1,28 persen hingga 1,53 persen. Diikuti oleh sektor keuangan, infrastruktur, energi, properti, kesehatan, dan teknologi yang juga mengalami koreksi.

Namun, di tengah tekanan tersebut, sektor industri mencatatkan penguatan signifikan, melonjak antara 3,22 persen hingga 3,34 persen. Sektor bahan baku, barang konsumen non-primer, dan barang konsumen primer juga terpantau menguat. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut terkoreksi 0,65 persen.

Analis Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengungkapkan bahwa IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi menguji level support di 8.200. Jika level tersebut tidak mampu bertahan, koreksi bisa berlanjut hingga 8.050. Analis dari FAC Sekuritas juga memprediksi IHSG cenderung tertekan seiring minimnya katalis positif dari domestik.