IHSG Rebound Tipis di Akhir Perdagangan, Saham BREN Jadi Penopang Utama

Author Image

Hodak

27 Februari 2026

ihsg, barito renewables energy, bren, pasar modal indonesia, saham

Indeks Harga Gabungan () berhasil menutup perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, di zona hijau, meskipun dengan kenaikan yang sangat terbatas. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini parkir di level 8.235,48, hanya menguat tipis 0,22 poin atau setara 0,001% dari penutupan sebelumnya.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai volatilitas tinggi. Setelah dibuka melemah pada posisi 8.211,31, indeks sempat terjun bebas ke zona merah di awal perdagangan, bahkan menyentuh level terendah 8.093,74. Namun, upaya rebound berhasil dilakukan, dengan level tertinggi intraday mencapai 8.246,95.

Saham BREN Jadi Katalis Utama Penguatan

Penguatan IHSG di tengah tekanan pasar ini tak lepas dari kinerja impresif saham PT Tbk (). Saham emiten energi terbarukan tersebut ditutup menguat signifikan sebesar 375 poin atau 4,77%, mencapai level Rp8.225 per saham. Transaksi saham BREN tercatat mencapai 35 juta saham dengan nilai Rp290 miliar, menjadikannya salah satu penopang utama indeks.

Peran BREN sebagai penggerak pasar semakin terlihat setelah saham ini resmi masuk dalam indeks LQ45 untuk periode Februari hingga April 2026, efektif sejak 2 Februari 2026. Hal ini menunjukkan peningkatan likuiditas dan kapitalisasi pasar BREN yang menarik perhatian investor.

Sektor Lain Turut Mendukung Rebound

Selain BREN, beberapa sektor lain juga turut berkontribusi pada penguatan IHSG. Sektor transportasi melonjak 6,19%, sementara sektor perindustrian mencatatkan kenaikan 4,47%. Sektor konsumen non-primer dan barang baku juga menguat masing-masing 2,87% dan 1,87%. Secara keseluruhan, terdapat 341 saham yang menguat, mengimbangi 315 saham yang melemah dan 163 saham yang stagnan.

Total volume perdagangan saham di BEI pada hari ini mencapai 47,64 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp38,24 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 2,52 juta kali.

Sentimen Pasar dan Proyeksi Analis

Sebelumnya, analis dari FAC Sekuritas memperkirakan IHSG cenderung tertekan pada perdagangan hari ini, seiring minimnya katalis positif dari domestik dan depresiasi nilai tukar rupiah. Senada, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan bahwa IHSG berpotensi mengalami technical rebound terbatas jika mampu bertahan di level support 8.200.

Meskipun ditutup dengan kenaikan yang sangat tipis, kemampuan IHSG untuk rebound dari pelemahan tajam di awal hari menunjukkan adanya daya tahan pasar, terutama berkat dorongan dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti BREN dan dukungan dari beberapa sektor lainnya.