IHSG Terkoreksi 0,81% di Sesi Pertama, Sentimen Global dan Pelemahan Sektor Transportasi Menekan

Author Image

Hodak

26 Februari 2026

Indeks Harga Gabungan () mengakhiri sesi pertama perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, di zona merah, terkoreksi sebesar 0,81%. Indeks acuan (BEI) tersebut ditutup pada level 8.255,18, anjlok 67,04 poin dari posisi pembukaan.

Pergerakan IHSG pada paruh pertama hari ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Setelah dibuka menguat 0,35% di level 8.351,36, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.358,95. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama, dan IHSG segera berbalik arah, bahkan sempat menyentuh titik terendah 8.236.

Data perdagangan BEI mencatat, nilai transaksi pada sesi I mencapai Rp14,83 triliun hingga Rp14,87 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 24,89 miliar hingga 26,32 miliar saham dalam 1,72 juta hingga 1,74 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga terpantau terkikis menjadi Rp14.809 triliun. Sebanyak 450 hingga 475 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 202 hingga 212 saham yang menguat, dan 163 hingga 271 saham stagnan.

Sektor Transportasi dan Konsumer Nonprimer Tertekan Paling Dalam

Pelemahan IHSG pada sesi ini didorong oleh koreksi di mayoritas sektor. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan, anjlok antara 2,40% hingga 2,61%. Disusul oleh sektor konsumer nonprimer yang melemah 1,98% hingga 2,12%, dan sektor barang baku yang terkoreksi 1,74% hingga 1,77%. Sektor lain seperti infrastruktur (-1,66% hingga -1,68%), kesehatan (-1,45%), dan energi (-1,21% hingga -1,22%) juga turut membebani indeks. Hanya sektor utilitas yang menunjukkan apresiasi dengan kenaikan 1,32% dan sektor keuangan yang menguat 0,34%.

Beberapa saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat utama IHSG. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan kontribusi negatif terbesar dengan -6,31 indeks poin, diikuti oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan -6,3 indeks poin, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan -4,74 indeks poin. Di sisi lain, saham-saham seperti PT Indospring Tbk (INDS) anjlok 14,95%, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) turun 14,88%, dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnama Tbk (ELPI) melemah 11,11% masuk dalam daftar saham dengan penurunan terdalam.

Sentimen Global dan Proyeksi Pasar

Pergerakan pasar keuangan Indonesia pada Kamis ini berpotensi lebih sensitif, dibayangi oleh sentimen dari Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union 2026 pada Rabu pagi waktu Indonesia. Meskipun demikian, bursa saham global menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (25/2), dengan Wall Street yang menguat dipimpin oleh saham teknologi, dan pasar saham Asia juga tercatat menguat.

Analis Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengungkapkan bahwa IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan seiring penguatan indeks saham di AS. Namun, ia mengingatkan untuk berhati-hati selama IHSG belum menembus di atas level 8.450, karena masih berpeluang kembali terkoreksi. Fanny memproyeksikan level support IHSG berada di 8.250-8.270 dan resistance di 8.380-8.450. Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG dapat menguat di area 8.440-8.503, namun tetap mewaspadai risiko koreksi lanjutan ke rentang 8.149-8.217.

Pada perdagangan Rabu (25/2) kemarin, IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 8.322, disertai dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp1,18 triliun. Namun, sepanjang tahun 2026 berjalan, pasar domestik juga mencermati sepinya aksi korporasi IPO dan akumulasi net sell investor asing. Selain itu, isu pembekuan perubahan indeks saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Januari 2026 karena masalah free float dan aksesibilitas pasar juga masih menjadi latar belakang sentimen negatif bagi pasar.