Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah signifikan pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, dan menutup sesi pertama di zona merah. Indeks acuan tersebut terkoreksi 1,60 persen ke level 8.103,718, setelah sempat dibuka anjlok 1,73 persen ke posisi 8.092,90. Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak dalam rentang 8.039,51 hingga 8.133,69, mencerminkan tekanan jual yang dominan di pasar modal domestik.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan sentimen negatif dari eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Laporan mengenai serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan pasokan energi dan peningkatan ketegangan regional.
Saham Energi Melesat di Tengah Koreksi Pasar
Di tengah tekanan jual yang melanda mayoritas sektor, saham-saham emiten minyak dan gas (migas) justru menunjukkan kinerja yang kontras dan berhasil melesat. Indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan, naik 1,60 persen atau 66,78 poin ke level 4.247.
Lonjakan harga saham migas ini didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang signifikan akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 7 persen ke level US$82,37 per barel, mencapai level tertinggi sejak Januari 2025. Beberapa laporan bahkan menyebut kenaikan Brent mencapai 9 persen hingga 13 persen, dengan kekhawatiran terhadap terganggunya lalu lintas Selat Hormuz yang vital bagi perdagangan minyak global.
Sejumlah saham emiten migas mencatatkan kenaikan harga yang mencolok. PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) memimpin dengan kenaikan 27,55 persen mencapai Rp250 per lembar saham, bahkan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) juga melonjak 19,05 persen ke Rp200, diikuti PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) yang menguat 18,06 persen ke Rp85.
Emiten migas besar lainnya turut menikmati sentimen positif ini. PT Elnusa Tbk (ELSA) menguat 17,65 persen ke level Rp1.000, sementara PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) terbang 14,42 persen menjadi Rp238. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga mendaki 10,51 persen ke level Rp1.945, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meningkat 12,75 persen menjadi Rp1.945 per unit.
Selain itu, PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) menguat 13,89 persen ke Rp82, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 5,78 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bertambah 6,18 persen ke Rp1.375.
Otoritas Bursa Imbau Investor Tetap Rasional
Menanggapi gejolak pasar yang dipicu ketidakpastian geopolitik, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengimbau para pelaku pasar untuk tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan investasi. Jeffrey menekankan pentingnya investor untuk berpegang pada analisis fundamental perusahaan, termasuk kinerja keuangan, prospek bisnis, arus kas, serta posisi utang emiten.
Jeffrey menambahkan, “Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik global, kami mengimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing.” Analis pasar juga memprediksi volatilitas tinggi akan membayangi pergerakan IHSG, namun peluang penguatan jangka pendek masih terbuka jika indeks mampu bertahan di atas level support tertentu.