Imbas Serangan Rudal Iran, UEA Tutup Kedutaan dan Tarik Seluruh Diplomat

uni emirat arab, iran, hubungan diplomatik, serangan rudal, timur tengah

(UEA) secara resmi menutup kedutaannya di Teheran dan menarik seluruh duta besar serta anggota misi diplomatiknya pada Minggu, 1 Maret 2026. Langkah tegas ini diambil sebagai respons terhadap serangkaian dan drone yang menargetkan wilayah UEA.

Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk keras serangan tersebut, yang menargetkan situs-situs sipil termasuk area perumahan, bandara, pelabuhan, dan fasilitas layanan. Serangan ini disebut membahayakan warga sipil tak berdosa dan merupakan eskalasi serius yang tidak bertanggung jawab, serta pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional. Akibat serangan tersebut, tiga orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka di UEA. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Dubai dan Abu Dhabi, dengan kerusakan pada infrastruktur sipil seperti Bandara Internasional Dubai dan hotel mewah Burj Al Arab.

Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah berhasil mencegat 165 rudal balistik, dua rudal jelajah, dan 541 drone Iran sejak 28 Februari 2026. UEA menegaskan hak penuh dan sahnya untuk merespons serangan ini, menyatakan tidak akan menoleransi kompromi apa pun terhadap keamanan atau kedaulatannya.

Penutupan kedutaan ini menandai kemunduran signifikan dalam antara kedua negara. Sebelumnya, UEA telah memulihkan hubungan dan mengirim kembali Duta Besar Saif Mohammed Al Zaabi ke Teheran pada Agustus 2022, setelah enam tahun absen. Penurunan hubungan pada 2016 terjadi sebagai bentuk solidaritas dengan Arab Saudi menyusul penyerbuan misi diplomatik Saudi di Teheran oleh demonstran Iran. Bahkan, pada 10 Februari 2026, kedua negara masih mengadakan pertemuan konsultasi politik tingkat tinggi di Teheran untuk membahas kerja sama ekonomi dan stabilitas regional.

Eskalasi ini terjadi di tengah konflik militer yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, di mana Iran melancarkan serangan balasan ke berbagai negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Situasi keamanan yang memanas di kawasan ini berdampak luas, termasuk penutupan atau pembatasan ruang udara di banyak negara Teluk, yang menyebabkan ribuan penerbangan terganggu dan bandara-bandara besar seperti Dubai dan Doha menghentikan operasionalnya sementara.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai telah menetapkan status siaga III, level kewaspadaan terendah, dan mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah, serta menghindari lokasi yang berpotensi terdampak. Sementara itu, KBRI Teheran memastikan 329 WNI yang terdaftar di Iran dalam kondisi aman.