Angkatan Laut India telah meningkatkan pengerahan kapal perangnya di Teluk Oman dan Laut Arab. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut, menyusul serangkaian insiden yang menargetkan kapal dagang di wilayah itu sejak awal Maret 2026.
Komodor Rakesh Kumar, juru bicara Angkatan Laut India, pada 17 Maret 2026 menegaskan komitmen negaranya. “Prioritas utama kami adalah menjaga kebebasan navigasi dan melindungi kepentingan maritim India di tengah meningkatnya ketegangan regional,” ujarnya.
Ketegangan Meningkat di Jalur Vital
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya memang telah meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan ini terutama dipicu oleh dugaan serangan drone dan rudal yang diklaim oleh kelompok-kelompok bersenjata di Yaman. Serangan tersebut menargetkan kapal-kapal yang diduga terkait dengan Israel atau berlayar menuju pelabuhan Israel.
Data pelacakan maritim menunjukkan adanya peningkatan jumlah kapal perang India, termasuk fregat dan kapal perusak, yang kini berpatroli di koridor pengiriman utama. Pengerahan ini sejalan dengan operasi serupa yang juga dilakukan oleh angkatan laut negara-negara lain, seperti Amerika Serikat dan Inggris, yang turut berupaya menjaga stabilitas di kawasan tersebut.
Dampak pada Pasar Energi Global
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur choke point paling strategis di dunia. Diperkirakan sekitar sepertiga dari seluruh minyak mentah dan produk minyak bumi cair yang diperdagangkan melalui laut secara global melewati selat ini. Oleh karena itu, gangguan sekecil apa pun di wilayah ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan pada pasar energi dunia.
Insiden terbaru yang memicu respons India adalah dugaan serangan terhadap kapal tanker minyak berbendera Liberia, MV Sea Dragon, pada 15 Maret 2026. Meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan parah yang dilaporkan, kejadian ini menambah daftar panjang kekhawatiran akan keamanan pelayaran.
Pemerintah India sendiri telah berulang kali menyerukan de-eskalasi konflik di kawasan tersebut dan menekankan pentingnya dialog untuk menyelesaikan perselisihan. Namun, mereka juga menegaskan haknya untuk melindungi aset dan warga negaranya di perairan internasional.
Analis keamanan maritim, Dr. Sarah Chen dari think tank Asia Maritime Institute, menyoroti pentingnya langkah India ini. “Kehadiran angkatan laut yang lebih kuat dari India mengirimkan pesan jelas bahwa mereka serius dalam melindungi rantai pasokan energinya dan tidak akan mentolerir gangguan,” jelasnya.