JAKARTA – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Prefektur Kagawa, Jepang, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja profesional asal Indonesia untuk bekerja di Negeri Sakura.
Kerja Sama Penempatan PMI
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting dalam membangun kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang dalam konteks penempatan pekerja migran. “Pada hari ini Kementerian P2MI melakukan penandatanganan MoU dengan Gubernur Provinsi Kagawa, Jepang. Dalam rangka membangun kerja sama kedua negara dalam konteks penempatan pekerja migran Indonesia ke Jepang,” ujar Mukhtarudin di kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan bahwa aspek-aspek teknis terkait pengiriman PMI telah dibahas secara mendalam. Indonesia menargetkan untuk menempatkan lebih dari 2.000 tenaga profesional di berbagai sektor.
“Tadi kami membicarakan hal-hal teknis terkait dengan rencana penempatan pekerja migran profesional khususnya di bidang manufaktur, hospitality, konstruksi, termasuk caregivers (pengasuh), dan akan dialokasikan 2.000 lebih pekerja migran yang nanti akan kita latih bahasa dan skill,” jelas Mukhtarudin.
Upaya ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menempatkan 500.000 pekerja migran profesional ke seluruh dunia. “Tentu ini merupakan sebuah upaya yang kami lakukan dalam rangka merealisasikan program Bapak Presiden 500 ribu penempatan pekerja migran profesional ke seluruh dunia, khususnya di negara yang sudah ditetapkan penempatan,” tuturnya.
Harapan Prefektur Kagawa
Gubernur Prefektur Kagawa, Toyohito Ikeda, menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat menerima lebih banyak lagi tenaga kerja dari Indonesia. Saat ini, tercatat sudah ada sekitar 4.000 pekerja asal Indonesia yang bekerja di Prefektur Kagawa.
“Melalui MoU ini kami harapkan pekerja Indonesia yang datang ke tempat kami. Oleh karena itu, kami Prefektur Kagawa memberikan support sepenuhnya kepada KP2MI untuk pelatihan bahasa Jepang dari calon pekerja tersebut,” kata Ikeda, yang diterjemahkan oleh penerjemah.
Ikeda juga menekankan komitmen Prefektur Kagawa untuk memastikan para pekerja migran asal Indonesia merasa aman dan nyaman selama bekerja dan tinggal di Jepang. Ia menggambarkan Kagawa sebagai wilayah yang relatif minim bencana alam, memiliki iklim yang hangat dan nyaman, serta kaya akan kuliner khas.
“Prefektur Kagawa wilayah yang sangat sedikit bencana alam. Di situ iklimnya hangat, nyaman untuk ditinggali. Dari segi makanan banyak kuliner, ayamnya juga terkenal enak, satenya juga terkenal yakitori dari jepang. Jadi kami sangat berharap pekerja Indonesia datang ke kami dan bisa menikmati nyamannya tinggal di tempat kami dan makan makanan kami,” ungkapnya.






