Indonesia Raih ‘Hattrick’ di AS: Tarif Dagang Nol Persen, MoU Rp647 Triliun, dan Diplomasi Damai

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

prabowo subianto, amerika serikat, hubungan bilateral indonesia-as, perdagangan internasional, investasi

Indonesia berhasil mengukir tiga capaian strategis sekaligus dalam kunjungan kerja Presiden ke (AS) pada pertengahan Februari 2026. Capaian tersebut meliputi kesepakatan penurunan tarif dagang menjadi nol persen, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai sekitar Rp647 triliun, serta peran aktif dalam upaya diplomasi perdamaian di Gaza.

Presiden Prabowo bertolak dari Jakarta pada 16 Februari dan tiba di Washington D.C. pada 17 Februari 2026, didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selama di AS, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, menghadiri Forum Bisnis RI-AS 2026, dan turut serta dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang membahas isu Gaza.

Kesepakatan Tarif Dagang Nol Persen untuk Ribuan Produk

Salah satu hasil krusial kunjungan ini adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS. Melalui kesepakatan ini, 1.819 produk Indonesia akan menikmati tarif nol persen saat memasuki pasar AS. Sebelumnya, produk Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen, yang kemudian sempat turun menjadi 19 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa produk-produk yang mendapatkan fasilitas tarif nol persen mencakup sektor pertanian dan industri, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Khusus untuk produk tekstil dan produk tekstil (TPT), tarif nol persen juga diberikan melalui mekanisme kuota. Sebagai imbal balik, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah komoditas AS, termasuk gandum dan kedelai. Kesepakatan ini diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil dan garmen di Indonesia.

MoU Investasi Senilai USD 38,4 Miliar

Dalam Forum Bisnis RI-AS 2026, Indonesia berhasil mengamankan komitmen perdagangan dan investasi senilai total USD 38,4 miliar, atau setara dengan sekitar Rp647,6 triliun (dengan kurs Rp16.914 per dolar AS). Komitmen ini terwujud dalam 11 nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara perusahaan-perusahaan AS dan Indonesia.

Sektor industri manufaktur mendominasi komitmen investasi dengan nilai mencapai USD 33,91 miliar, termasuk pengembangan industri semikonduktor senilai USD 4,89 miliar dan USD 26,7 miliar. Sementara itu, sektor pertanian mencatatkan komitmen pembelian senilai USD 4,5 miliar, meliputi kedelai, gandum, jagung, dan kapas. Beberapa kesepakatan penting lainnya termasuk kerja sama mineral kritis antara Freeport-McMoRan dan Kementerian Investasi/BKPM, serta perjanjian antara Pertamina dan Halliburton untuk pemulihan ladang minyak. CEO Freeport-McMoRan, Richard Adkerson, menyatakan kesepakatan awal untuk memperpanjang izin tambang melampaui tahun 2041, dengan potensi investasi USD 20 miliar selama 20 tahun ke depan.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas, prediktabilitas, dan eksekusi dalam iklim investasi. “Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant. Saatnya Indonesia bangkit, bergerak, dan memaksimalkan seluruh potensi ekonomi nasional bersama mitra global,” ujar Presiden Prabowo.

Peran Aktif dalam Diplomasi Perdamaian Gaza

Selain capaian ekonomi, kunjungan Presiden Prabowo juga menandai penguatan peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian global. Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian (BoP) di Washington D.C., yang secara khusus membahas upaya perdamaian di Gaza, Palestina. Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.

Di hadapan Presiden Donald Trump dan delegasi lainnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen terhadap rencana 20 poin Presiden Trump untuk perdamaian. Indonesia merupakan bagian dari “Kelompok 8” negara yang aktif mendorong perdamaian di Gaza, bersama Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan. Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menghadiri Sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada 18 Februari 2026, untuk membahas situasi di Timur Tengah, termasuk isu Palestina. Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa partisipasi Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral.