Indonesia telah resmi menerima penunjukan sebagai Wakil Komandan Operasi untuk International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza, Palestina. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers III, dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19 Februari 2026, waktu setempat.
Penunjukan Indonesia sebagai salah satu dari tiga wakil komandan ISF, khususnya di bidang operasi, merupakan pengakuan atas komitmen besar negara dalam misi perdamaian ini. Indonesia berencana mengirimkan sekitar 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza, menjadikannya salah satu kontributor pasukan terbesar dalam ISF. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan bahwa posisi ini juga merupakan “penghormatan dan penghargaan terhadap track record Indonesia serta reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian.”
ISF sendiri merupakan pasukan penjaga perdamaian multinasional yang dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada 17 November 2025. Pasukan ini beroperasi di bawah arahan Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump, dengan tujuan utama membantu menciptakan keamanan dan menstabilkan lingkungan di Gaza. Mandat ISF mencakup dukungan demiliterisasi, penghancuran infrastruktur teror, pengamanan wilayah perbatasan dengan Israel dan Mesir, perlindungan warga sipil, serta pelatihan pasukan polisi Palestina yang baru.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa misi pasukan Indonesia di Gaza akan berfokus pada peran non-tempur. “Kita juga sudah sampaikan ke ISF bahwa pasukan kita tidak melakukan operasi militer, kemudian tidak melakukan pelucutan senjata, kita juga tidak melakukan apa yang disebutkan sebagai demiliterisasi,” ujar Sugiono. Sebaliknya, personel TNI akan terlibat dalam menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak dan berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan.
Pengiriman 8.000 personel TNI akan dilakukan secara bertahap, dengan penempatan awal direncanakan di wilayah Rafah, Gaza selatan. Dalam jangka panjang, ISF menargetkan pengerahan total 12.000 polisi dan 20.000 tentara di lima sektor berbeda di Jalur Gaza, meliputi Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara.
Sugiono juga memastikan bahwa pihak Palestina telah memahami dan menyetujui rencana keterlibatan Indonesia dalam ISF. Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), Ali Shaath, turut hadir dalam rapat perdana BoP di Washington. Selain Indonesia, negara-negara lain yang telah berkomitmen mengirimkan pasukan ke ISF antara lain Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara itu, Mesir dan Yordania menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui pelatihan kepolisian.