Indonesia Resmi Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional Gaza, Siap Kirim 8.000 Personel

Author Image

Bejo

21 Februari 2026

international stabilization force, gaza, prabowo subianto, sugiono, dewan perdamaian

Indonesia telah resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (/ISF) untuk , sebuah misi multinasional yang bertujuan menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan kemanusiaan di wilayah tersebut. Penunjukan ini diumumkan pada Kamis, 19 Februari 2026, oleh Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Amerika Serikat, dalam pertemuan perdana (Board of Peace) di Washington D.C.

Presiden Republik Indonesia, , telah mengonfirmasi penerimaan peran penting ini dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengerahkan hingga 8.000 personel militer, bahkan lebih jika diperlukan, untuk berpartisipasi aktif dalam misi ISF. Tim pendahulu untuk pengerahan pasukan ini diperkirakan akan diberangkatkan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Fokus Misi Kemanusiaan dan Batasan Operasi Militer

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, pada Sabtu, 21 Februari 2026, menegaskan bahwa keterlibatan pasukan Indonesia dalam ISF akan berfokus pada misi kemanusiaan dan perlindungan warga sipil. Sugiono secara spesifik menyatakan bahwa pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi militer ofensif, pelucutan senjata kombatan, maupun demiliterisasi di Jalur Gaza, meskipun demiliterisasi merupakan salah satu misi ISF.

“Kami telah menyampaikan kepada ISF mengenai pengecualian nasional kami, bahwa kami tidak terlibat dalam operasi militer,” ujar Sugiono dalam sebuah rilis pers virtual. Ia menambahkan bahwa pasukan Indonesia hanya diizinkan untuk mengambil tindakan defensif guna melindungi diri mereka sendiri dari ancaman langsung. Keterlibatan Indonesia dalam misi ini juga ditegaskan tidak terkait dengan hubungan diplomatik dengan negara-negara tertentu, melainkan sebagai mandat internasional untuk menjaga perdamaian dan melindungi populasi sipil. Sugiono juga memperingatkan bahwa Indonesia akan menghentikan partisipasi jika implementasi ISF menyimpang dari ketentuan yang telah disepakati.

Peran dan Struktur ISF di Gaza

Mayor Jenderal Jasper Jeffers menjelaskan bahwa personel ISF bertugas untuk memastikan stabilisasi di seluruh Gaza, mengawasi implementasi gencatan senjata, dan mendukung pemulihan kemanusiaan. Pasukan ini akan ditempatkan di lima sektor berbeda di Jalur Gaza: Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Kota Gaza, dan Gaza Utara, dengan setiap sektor akan ditugaskan satu brigade ISF.

Misi ISF bersifat non-konfrontatif, dengan penekanan pada upaya kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi. Selain itu, ISF juga akan membantu melatih pasukan polisi lokal Palestina dan mengamankan wilayah perbatasan. Dalam jangka panjang, ISF menargetkan kekuatan 12.000 personel polisi dan 20.000 personel militer di lapangan.

ISF akan beroperasi di bawah naungan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump, yang otorisasinya didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada November 2025. Selain Indonesia, negara-negara lain yang telah berkomitmen mengirimkan personel militer ke ISF meliputi Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara itu, Mesir dan Yordania akan berkontribusi dalam pelatihan pasukan polisi lokal.

Partisipasi Indonesia dalam misi ini memperkuat rekam jejaknya sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB di dunia, menunjukkan komitmen kuat negara dalam mendukung stabilitas global dan multilateralisme.