Fenomena menonton film secara daring telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Namun, di tengah kemudahan akses, pilihan antara platform legal dan situs ilegal seperti IndoXXI atau LK21 masih menjadi perdebatan. Pada awal tahun 2026 ini, industri streaming legal di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seiring dengan upaya pemerintah yang terus-menerus memerangi situs-situs ilegal.
Situs-situs ilegal seperti IndoXXI, LK21, dan Rebahin, meskipun telah berulang kali diblokir oleh pemerintah, masih kerap muncul dengan domain baru dan tetap menjadi incaran sebagian pengguna. Namun, mengakses platform tersebut membawa risiko serius, mulai dari potensi infeksi malware, pencurian data pribadi, hingga gangguan iklan pop-up yang merusak pengalaman menonton. Lebih jauh, penggunaan situs ilegal merupakan pelanggaran hak cipta yang merugikan industri kreatif tanah air.
Pemerintah Gencarkan Pemblokiran dan Regulasi Baru
Kementerian Komunikasi dan Digital (sebelumnya Kominfo) secara konsisten melakukan pemblokiran terhadap situs-situs streaming ilegal. Upaya ini telah berlangsung sejak 2019, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi hak kekayaan intelektual dan keamanan digital masyarakat.
Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi baru untuk platform Over-the-Top (OTT) atau layanan video streaming. Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan sedang menginisiasi aturan baru sebagai bagian dari Omnibus Law Kebudayaan. Ketua LSF, Naswardi, menyoroti ketidakseimbangan pengawasan konten antara media tradisional (bioskop dan TV) dengan platform OTT yang cenderung lebih longgar.
“Saat ini OTT tidak ada mekanisme untuk kurasi dan filtrasi konten filmnya, dan di hilirnya juga pengawasannya kurang. Jadi tidak ada keseimbangan antara filtrasi di bioskop, TV, dan OTT. OTT dilonggarkan tapi untuk bioskop dan TV itu ketat,” ujar Naswardi pada September 2025. Regulasi ini didasari oleh permintaan publik, di mana survei LSF pada 2024 menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan konten OTT difiltrasi agar sesuai dengan audiens yang tepat.
Lonjakan Pengguna dan Dominasi Konten Lokal
Di sisi lain, pasar layanan streaming premium di Asia Tenggara mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 19 persen secara tahunan pada 2025, dengan total akun berbayar melampaui 61 juta di lima negara utama. Indonesia menjadi penggerak utama lonjakan ini, menyumbang 26,9 juta akun berbayar pada kuartal keempat 2025, dari berbagai platform seperti Netflix, Vidio, Viu, dan iQIYI.
Sebuah pencapaian bersejarah terjadi pada kuartal yang sama, di mana produksi orisinal Indonesia berhasil menyamai pangsa pemirsa program Korea, masing-masing sekitar 30 persen. Hal ini menunjukkan peningkatan kualitas konten lokal dan kepercayaan penonton terhadap narasi karya anak bangsa.
Platform lokal, Vidio, memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di pasar Indonesia. Layanan ini mencatatkan kenaikan waktu tonton sebesar 24 persen pada kuartal keempat 2025, menempatkannya pada posisi kedua untuk jam streaming tertinggi di seluruh kawasan Asia Tenggara, tepat di bawah Netflix. Keberhasilan Vidio didorong oleh perpustakaan konten orisinal Indonesia yang luas serta program olahraga langsung.
Selain itu, meskipun perangkat seluler masih menjadi platform dominan, adopsi Connected TV (menonton di layar besar di ruang keluarga) meningkat pesat di Indonesia, menghasilkan sesi menonton yang lebih lama.
Alternatif Legal yang Beragam
Beralih ke platform legal memberikan banyak keuntungan, termasuk kualitas video yang lebih stabil, subtitle resmi, dan pengalaman menonton yang bebas dari iklan berbahaya. Lebih penting lagi, dengan memilih platform legal, pengguna turut mendukung sineas dan rumah produksi agar industri kreatif terus berkembang.
Saat ini, pilihan platform streaming legal di Indonesia sangat beragam, menawarkan berbagai genre dan jenis konten:
- Global: Netflix (film Hollywood, Indonesia, drama Korea, konten orisinal eksklusif), Disney+ Hotstar (Disney, Marvel, Star Wars, Pixar, konten lokal), Prime Video (film box office, serial eksklusif), HBO Go/Max (serial dan film HBO Original), Apple TV, dan Crunchyroll (anime).
- Regional/Lokal: Vidio (konten lokal, sinetron, olahraga, film Indonesia, drama Korea), Viu (drama Korea, China, Asia), WeTV (drama Asia, lokal), iQIYI (drama Asia, anime), Genflix (lokal, Hollywood, anime), KlikFilm (film Indonesia, Korea, Thailand, box office), Bioskop Online (sistem pay-per-view untuk film Indonesia terbaru), Catchplay+ (Hollywood, Asia, film independen, opsi sewa per film), GoPlay (serial orisinal Gojek), Maxstream (anime, konten kolaborasi), Mola (dokumenter, anak, olahraga), CubMu (TV langsung, VOD), dan Vision+.
Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI), yang didirikan pada April 2023 oleh 11 platform streaming, juga aktif dalam menguatkan sinergi industri dan memberantas pembajakan melalui edukasi kepada pengguna. Dengan semakin banyaknya pilihan legal dan berkualitas, masyarakat kini memiliki alternatif hiburan yang aman dan mendukung keberlanjutan industri perfilman nasional dan global.