Pemerintah Inggris telah mengambil langkah tegas dalam regulasi kepemilikan anjing, terutama dengan memberlakukan larangan penuh terhadap anjing ras American XL Bully. Kebijakan ini, yang mulai berlaku secara bertahap sejak akhir tahun 2023, merupakan respons atas serangkaian insiden serangan anjing yang menimbulkan korban jiwa dan luka serius.
Larangan American XL Bully Resmi Diberlakukan
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pertama kali mengumumkan niat untuk melarang ras American XL Bully pada September 2023, menyusul serangan fatal yang menimpa seorang gadis berusia 11 tahun di Birmingham dan seorang pria. Larangan ini secara resmi diberlakukan di Inggris dan Wales pada 31 Desember 2023. Sejak tanggal tersebut, aktivitas seperti membiakkan, menjual, mengiklankan, mengadopsi, menelantarkan, atau membiarkan anjing XL Bully berkeliaran menjadi ilegal. Selain itu, semua anjing XL Bully wajib mengenakan penutup moncong (muzzle) dan tali penuntun saat berada di tempat umum.
Mulai 1 Februari 2024, kepemilikan anjing XL Bully tanpa Sertifikat Pengecualian (Certificate of Exemption) juga dinyatakan ilegal. Pemilik yang ingin mempertahankan anjing mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat, termasuk pemasangan microchip, sterilisasi, dan memiliki asuransi kewajiban pihak ketiga terhadap cedera yang mungkin ditimbulkan anjing kepada orang lain. Batas waktu sterilisasi telah ditetapkan, dengan anjing berusia 7 bulan atau lebih pada 31 Januari 2024 harus disterilkan paling lambat 30 Juni 2024. Sementara itu, anjing yang berusia kurang dari 7 bulan pada tanggal yang sama memiliki batas waktu hingga 30 Juni 2025.
Ras American XL Bully sendiri tidak diakui oleh Kennel Club di Inggris. Pemerintah mendefinisikan ras ini berdasarkan karakteristik fisik seperti ukuran kepala, moncong, bentuk tubuh, serta tinggi dan panjang, bukan berdasarkan genetika atau silsilah. Langkah serupa juga telah diikuti oleh Skotlandia pada 23 Februari 2024 dan Irlandia Utara mulai 1 Januari 2025.
Kontroversi dan Penolakan dari Pegiat Hewan
Meskipun pemerintah bersikeras bahwa larangan ini adalah langkah penting untuk keselamatan publik, kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Organisasi seperti British Veterinary Association (BVA) dan Kennel Club menentang undang-undang spesifik ras, dengan alasan bahwa tidak ada ras anjing yang secara inheren berbahaya. Mereka berpendapat bahwa agresi anjing adalah masalah kompleks yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kepemilikan yang tidak bertanggung jawab, dan menyerukan pendekatan ‘deed-not-breed’ (berdasarkan perilaku, bukan ras). Upaya hukum untuk meninjau kembali larangan ini, yang diajukan oleh kelompok ‘Don’t Ban Me – Licence Me’, telah ditolak pada 17 Desember 2024.
Potensi Larangan Lebih Lanjut untuk Puluhan Ras Lain
Di luar larangan XL Bully, muncul kekhawatiran baru terkait potensi pelarangan hingga 67 ras anjing lainnya. Hal ini berasal dari sebuah kode sukarela yang, menurut para pegiat, dapat menjadi undang-undang dalam lima tahun ke depan. Daftar ras yang berpotensi terdampak ini mencakup berbagai jenis anjing populer, mulai dari Chihuahua, Corgi Welsh Pembroke, Pug, hingga Bulldog. Meskipun saat ini masih berupa kode sukarela, perkembangannya menjadi undang-undang akan mengubah lanskap kepemilikan anjing di Inggris secara drastis.
Pembaruan Undang-Undang Perlindungan Ternak
Selain regulasi anjing peliharaan, Inggris juga memperbarui Undang-Undang Perlindungan Ternak (Dog (Protection of Livestock) Act 2026) yang akan berlaku efektif pada 18 Maret 2026. Undang-undang ini memperluas wewenang polisi untuk menyelidiki insiden gangguan ternak, bahkan tanpa saksi langsung, serta memungkinkan pengambilan sampel DNA dari ternak yang terluka dan anjing yang dicurigai. Definisi ternak juga diperbarui untuk mencakup hewan seperti alpaka dan llama, serta insiden yang terjadi di jalan umum dan jalan setapak. Hukuman maksimal untuk pelanggaran ini juga ditingkatkan menjadi denda tak terbatas, menggantikan batas sebelumnya sebesar £1.000.