Inovasi ‘Anjeli’ Kombes Yusfandi: Layanan Antar-Jemput Gratis untuk Warga Pedalaman Barito Selatan

Author Image

Irfan

6 Februari 2026

Program 'anjeli' Yang Digagas Kombes Yusfandi Usman (foto: Dok. Istimewa)
Program 'Anjeli' yang digagas Kombes Yusfandi Usman (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta – Program ‘Antar Jemput sambil Patroli’ atau Anjeli yang digagas Kombes Yusfandi Usman saat menjabat Kapolres Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menjadi solusi vital bagi warga di daerah terpencil. Layanan ini memungkinkan warga yang sakit mendapatkan antar-jemput gratis menggunakan kapal patroli, bahkan di tengah malam.

Usulan Kandidat Hoegeng Awards

Inisiatif luar biasa ini membuat Maulid Syahyani, Sekretaris Desa Teluk Timbau, Kecamatan Dusun Hilir, Barito Selatan, mengusulkan Kombes Yusfandi sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026. Yusfandi kini bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Madya TK III, Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri.

“Berhubung di tempat kami kan salah satu desa terpencil, jadi akses untuk ke tempat kesehatan dari desa ke kecamatan, untuk jarak desa kami ke kecamatan kurang lebih 25 km, dan itu harus kami tempuh dengan jalan air, kebetulan jalan darat masih belum ada,” ujar Maulid kepada detikcom, Senin (2/2/2026).

Program Anjeli Diluncurkan 2022

Maulid menjelaskan bahwa program Anjeli mulai dirilis pada tahun 2022. Warga yang membutuhkan layanan antar-jemput untuk berobat dipersilakan menggunakan kapal patroli tanpa dipungut biaya.

“Kami dari Desa Teluk Timbau juga memang sangat terbantu dengan adanya program Anjeli ini, yang dilaksanakan oleh Pak Kapolres sampai ke desa kami, yang memang jangkau ke Puskesmas hanya bisa melalui Sungai Barito,” jelasnya.

Meskipun desa sudah memiliki speedboat untuk operasional, kapal tersebut terkadang tidak dapat dioperasikan untuk berbagai kegiatan secara bersamaan. Kehadiran Anjeli mengisi kekosongan tersebut.

“Kami dari pihak masyarakat sangat terbantu dengan adanya Anjeli tersebut, seperti ada masyarakat yang sakit, ada ibu-ibu yang melakukan pemeriksaan ke Puskesmas persiapan persalinan. Di luar dari itu juga memang lebih ada sifat keaktifan dari aparat kepolisian untuk melakukan giat patroli ke desa sebagai upaya jaminan keselamatan, upaya jaminan keamanan juga,” tambah Maulid.

Respons Cepat untuk Kondisi Darurat

Untuk menggunakan layanan Anjeli, warga cukup menghubungi nomor petugas kepolisian yang telah disosialisasikan. Maulid menceritakan pengalaman berkesan ketika salah satu warganya membutuhkan pengobatan darurat di malam hari dan kapal Anjeli sigap memberikan pelayanan.

“Ada beberapa kali yang sifat emergency, kita telepon, dan alhamdulillah mereka dengan sigap datang untuk membantu,” tutur Maulid.

Bantuan Nyata bagi Warga DAS Barito

Marsela Grasia, warga Buntok Seberang, juga merasakan manfaat besar dari layanan Anjeli. Ia pernah menggunakan fasilitas ini untuk menjemput anggota keluarga yang sakit.

“Saya menggunakan Anjeli untuk menjemput keluarga yang di Buntok Seberang yang sedang sakit. Pelayanannya gratis,” kata Marsela kepada detikcom.

Ia bersyukur atas keberadaan layanan Anjeli yang mempermudah akses berobat bagi keluarganya. “Kami sebagai warga yang berada di DAS (Daerah Aliran Sungai) Barito sangat terbantu karena adanya Anjeli. Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian khususnya Satpolairud karena sudah memberikan pertolongan lewat Anjeli,” ungkapnya.

Akses untuk menggunakan kapal Anjeli sangat mudah, cukup dengan menghubungi petugas melalui nomor telepon yang telah disebar.

“Masyarakat lebih mudah karena adanya Satpolairud jadi semisalkan ada yang butuh bantuan Anjeli tinggal menelepon Anjeli dari Satpolairud,” jelas Marsela.

Inisiatif Kombes Yusfandi Atasi Masalah Transportasi Sungai

Kombes Yusfandi Usman menjelaskan bahwa Anjeli digagas untuk menjawab tantangan transportasi warga di daerah aliran sungai. Wilayah hukumnya membentang sepanjang 250 kilometer di Sungai Barito.

“Saya 2022 sampai 2023 akhir saya jabat Kapolres di Barito Selatan, kemudian Anjeli itu karena Barito Selatan itu dilintasi kurang lebih 250 kilometer aliran Sungai Barito,” kata Kombes Yusfandi kepada detikcom.

Di wilayah tersebut, terdapat 36 desa di 6 kecamatan yang hidup di sekitar aliran Sungai Barito. Yusfandi menggandeng perangkat desa dan Puskesmas setempat melalui nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama.

“Saya menginisiasi melakukan MoU dengan perangkat desa, dan juga Puskesmas yang ada di desa itu untuk kerja sama. Untuk kita kalau ada masyarakat yang sakit itu kita langsung segera rujuk ke Buntok, Ibu Kota Kabupaten Barito Selatan,” ucapnya.

Kapal Patroli dan ‘Mobil Artis’ Siaga 24 Jam

Seluruh kapal di 6 Polsek di Barito Selatan dikerahkan untuk melayani antar-jemput warga. Kapal-kapal ini siaga 24 jam.

“Itu biayanya gratis, termasuk bensin atau bahan bakar perahu. Gratis dan 1 x 24 jam. Polsek sudah saya perintahkan untuk setiap operator atau motoris kapal untuk standby, share seluruh nomor teleponnya,” jelas Yusfandi.

Ia menambahkan, “Jika sewaktu-waktu ada masyarakat yang misalnya mau segera berobat dirujuk dari Puskesmas, atau bahkan sampai melahirkan, tengah malam atau subuh kita harus segera antar ke rumah sakit yang ada di Kota Buntok.”

Optimalisasi Mobil Tahanan Menjadi ‘Mobil Artis’

Selain layanan kapal, Yusfandi juga menyediakan ‘Mobil Artis’ (Antar-Jemput Cepat dan Ramah Masyarakat) untuk mengantar warga sakit dari pelabuhan ke rumah sakit. Mobil ini merupakan modifikasi dari mobil tahanan yang tidak terpakai.

“Mobil Artis itu yang standby di Pelabuhan,” kata Yusfandi.

“Kan kami tidak tiap hari mengantarkan tahanan ke kejaksaan, ke pengadilan. Jadi pada saat mobil tahanan itu tidak digunakan, kami gunakan untuk mengestafet masyarakat yang sakit dari aliran sungai itu untuk dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Kolaborasi dengan Puskesmas dan Warga

Dalam implementasinya, Anjeli berkolaborasi dengan Puskesmas yang memiliki kapal terapung dan warga yang memiliki perahu. Biaya operasional kapal-kapal ini ditanggung oleh Polres, Polsek, dan kerja sama dengan desa.

“Jadi saya mengisi kekosongan, ketika kita tinggal di daerah aliran sungai, saya manfaatkan perahu dinas, ataupun perahu Puskesmas terapung yang dimiliki masing-masing kecamatan. Saya kerja samakan semua, jadi kita sama-sama bahu membahu untuk mengantarkan masyarakat ke rumah sakit yang ada di Barito Selatan,” ungkapnya.

Anjeli Melayani Berbagai Kebutuhan Warga

Seiring waktu, layanan Anjeli tidak hanya untuk pasien. Warga yang hendak mengurus keperluan di Polres Barito Selatan, seperti SKCK atau SIM, juga dapat memanfaatkan layanan ini.

“Masyarakat tidak hanya menggunakan itu untuk orang sakit saja, tapi bisa juga kita ingin menerima pelayanan yang ada di Polres Barito Selatan, misalnya dia mau ngurus SKCK, dia mau ngurus SIM. Itu tinggal menghubungi motoris ‘Anjeli’,” ujar Yusfandi.

Penghargaan dari Kemenpan RB

Inovasi Anjeli mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dengan penghargaan pada tahun 2022.

“Dari situlah kami 2022 kami dapat penghargaan dari PAN-RB,” ucapnya.

Peran Anjeli di Masa Pandemi dan Patroli Rutin

Selama pandemi COVID-19, kapal Anjeli juga dimanfaatkan untuk kegiatan vaksinasi warga. Selain itu, program ini juga mencakup sosialisasi, penyuluhan, dan patroli rutin di sepanjang sungai.

“Misalnya Puskesmas ada sosialisasi terkait stunting ke RT-RT, kami ikut sambil patroli, jadi ada MoU itu semua itu. Jadi perahu itu tidak hanya berangkat masing-masing,” kata Yusfandi.

“Misalnya kalau perahu di pinggir sungai, kalau Puskesmas sosialisasi kasih penyuluhan, KB dan lain-lain, kita numpang di situ walaupun kegiatannya berbeda, kami ikut patrol,” tambahnya.

Jika kapal patroli milik Polsek dan Puskesmas terapung penuh, kepolisian akan menggandeng masyarakat pemilik speedboat. Biaya bahan bakar dan honor motoris ditanggung oleh kepolisian.

“Bahkan kami merangkul juga kapal-kapal, speedboat punya masyarakat umum, itu kami tempel stiker ‘Anjeli’, kami kerja sama dengan pemilik kapal, jika sewaktu-waktu diperlukan bisa langsung berangkat. Nanti kami atur BBM-nya, honor untuk motorisnya, tapi itu tanggung jawab dari anggota Polsek yang ada di situ,” sebut Yusfandi.

Harapan untuk Kemudahan Akses Masyarakat

Kombes Yusfandi berharap program Anjeli terus memudahkan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Program ini masih berjalan hingga kini dengan tim khusus yang mengurus di Polres Barsel.

“Bayangkan kalau tengah malam, mohon maaf semacam kayak diare saja, kita butuh infus, ternyata di desa itu tidak memadai, kita segera berangkat ke kota, tidak ada kendaraan, nah ‘Anjeli’ itulah,” pungkasnya.