Pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan, akan menghadapi tantangan dari tim papan bawah Lecce dalam laga lanjutan pekan ke-26 Liga Italia musim 2025/2026. Pertandingan yang dijuluki sebagai duel Daud dan Goliat ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 00.00 WIB di markas Lecce, Stadio Via del Mare. Laga ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Nerazzurri yang tengah berupaya mempertahankan dominasi mereka di puncak klasemen.
Inter Milan datang ke pertandingan ini dengan posisi kokoh di puncak klasemen sementara Serie A, mengoleksi 61 poin dari 25 pertandingan. Mereka unggul tujuh poin dari rival sekota, AC Milan, yang berada di posisi kedua. Performa domestik Inter sangat impresif, tercatat belum terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir di Serie A, dengan 12 di antaranya berakhir dengan kemenangan. Kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus pekan lalu menjadi bukti stabilitas mereka di jalur juara.
Namun, pasukan asuhan Cristian Chivu ini baru saja menelan kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt di leg pertama babak playoff Liga Champions tengah pekan lalu. Kekalahan ini sedikit mengganggu momentum positif mereka, meskipun di liga domestik mereka tetap tampil konsisten.
Lecce Berjuang Jauhi Zona Degradasi
Di sisi lain, Lecce, yang dilatih oleh Eusebio Di Francesco, saat ini menempati peringkat ke-17 di klasemen dengan 24 poin dari 25 laga. Mereka hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi, menjadikan setiap pertandingan sangat krusial dalam upaya mereka untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Italia. Giallorossi menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan meraih dua kemenangan beruntun di Serie A, masing-masing atas Udinese dan Cagliari. Gol-gol dari Ylber Ramadani dan Omri Gandelman menjadi penentu kemenangan penting tersebut.
Direktur olahraga Lecce, Pantaleo Corvino, secara terbuka menggambarkan pertandingan ini sebagai pertarungan antara yang lemah dan yang kuat. “Kami adalah Daud, mereka adalah Goliat, kami harus bekerja keras karena terkadang bahkan Goliat pun bisa menyerah,” ujar Corvino seperti dikutip dari Tutto Mercato Web.
Badai Cedera dan Skorsing Hantam Inter
Inter Milan menghadapi laga ini dengan sejumlah masalah cedera dan skorsing yang menimpa pilar-pilar penting. Kapten sekaligus top skorer tim, Lautaro Martinez, dipastikan absen sekitar satu bulan akibat cedera betis yang dideritanya saat melawan Bodo/Glimt. Pelatih Cristian Chivu tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. “Kami kehilangan Lautaro. Itu kelihatannya cedera yang sangat serius,” kata sang juru taktik seperti dikutip dari Calciomercato.
Selain Lautaro, Inter juga tidak bisa menurunkan dua gelandang utama, Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu, yang absen karena skorsing. Bek sayap Denzel Dumfries juga masih menepi karena cedera. Kondisi ini memaksa Chivu untuk melakukan rotasi dan mengandalkan kedalaman skuad. Penyerang muda Francesco Pio Esposito dan Marcus Thuram kemungkinan akan memimpin lini depan, sementara Andy Diouf berpeluang tampil sebagai starter di lini tengah.
Dominasi Inter dalam Rekor Pertemuan
Secara historis, Inter Milan memiliki rekor pertemuan yang sangat dominan atas Lecce. Dalam 10 duel terakhir di Serie A, Nerazzurri berhasil memenangkan delapan pertandingan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah sejak tahun 2012. Bahkan, dalam empat pertemuan terakhir, Inter selalu meraih kemenangan tanpa kebobolan, dengan skor telak seperti 4-0 dan 2-0 menjadi pola dominan. Lecce juga memiliki catatan buruk di kandang sendiri saat menghadapi Inter, tidak pernah menang dalam sembilan pertemuan terakhir dan sudah 222 menit tidak mencetak gol. Pertemuan pertama musim ini di San Siro berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Inter melalui gol Pio Esposito.
Meskipun Inter diunggulkan, Lecce yang bermain di hadapan pendukung sendiri dengan motivasi tinggi untuk menjauh dari zona degradasi dipastikan akan memberikan perlawanan sengit. Pertandingan ini akan disiarkan secara langsung melalui layanan live streaming Vidio.