Persaingan di papan atas Serie A Liga Italia musim 2025/2026 semakin memanas setelah Inter Milan kembali kehilangan poin penting. Nerazzurri ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Fiorentina pada pertandingan pekan ke-30 yang berlangsung di Stadion Artemio Franchi, Florence, Senin (23/3/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat keunggulan Inter di puncak klasemen terpangkas, sekaligus membuka lebar peluang para pesaingnya.
Di sisi lain, Como 1907 terus menunjukkan performa impresifnya. Klub yang dimiliki Grup Djarum ini berhasil meraih kemenangan telak 5-0 atas Pisa, memperkuat posisi mereka di zona Liga Champions.
Inter Milan Mandek di Bulan Maret
Inter Milan sebenarnya mengawali laga kontra Fiorentina dengan sangat baik. Francesco Pio Esposito berhasil mencetak gol cepat, hanya 39 detik setelah peluit kick-off dibunyikan, memanfaatkan umpan silang akurat dari Nicolo Barella. Keunggulan 1-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.
Namun, Fiorentina, di bawah asuhan Paolo Vanoli, tampil lebih dominan di babak kedua dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-77 melalui Cher Ndour. Gol tersebut tercipta setelah Ndour menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Inter, Yann Sommer, dari tembakan Albert Gudmundsson.
Hasil imbang ini memperpanjang tren negatif Inter Milan di bulan Maret. Tim asuhan Cristian Chivu ini belum meraih satu pun kemenangan dalam tiga laga Serie A terakhir, termasuk kekalahan 0-1 dari rival sekota AC Milan dan hasil imbang 1-1 melawan Atalanta. Bahkan, jika dihitung dengan ajang Coppa Italia, Inter juga ditahan imbang 0-0 oleh Como di leg pertama semifinal.
Perburuan Scudetto Kian Ketat
Meski hanya meraih satu poin, Inter Milan masih kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan 69 poin dari 30 pertandingan. Namun, jarak dengan pesaing terdekat mereka, AC Milan, kini hanya terpaut enam poin. Rossoneri berhasil memangkas jarak setelah meraih kemenangan 3-2 atas Torino. Sementara itu, Napoli juga terus menekan di posisi ketiga dengan 62 poin, setelah mencatat empat kemenangan beruntun.
Asisten pelatih Inter Milan, Aleksandar Kolarov, meminta para penggemar Inter untuk tetap tenang. “Kritik boleh, tapi ingat siapa pemuncak klasemennya!” ujarnya, menyoroti posisi Inter yang masih memimpin.
Como Pesta Gol dan Kokoh di Zona Liga Champions
Di tengah ketatnya persaingan di puncak, Como 1907 membuat kejutan besar dengan mengukuhkan diri di posisi keempat klasemen. Kemenangan telak 5-0 atas Pisa pada Minggu (22/3/2026) menjadi kemenangan kelima beruntun mereka di Serie A. Hasil ini membuat Como mengoleksi 57 poin dari 30 pertandingan, unggul tiga poin dari Juventus dan AS Roma yang sama-sama mengumpulkan 54 poin dalam perebutan tiket Liga Champions.
Kemenangan Como atas Pisa juga diwarnai dengan momen emosional. Tim mengenakan pita hitam di lengan dan mengheningkan cipta untuk mengenang mendiang Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik klub dari Grup Djarum, yang baru saja wafat. Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengungkapkan kebanggaannya terhadap tim. “Mustahil untuk tidak jatuh cinta dengan pemain-pemain muda yang kami miliki. Kami berada di jalur yang kami targetkan dua musim lalu,” kata Fabregas, seperti dilansir Corriere dello Sport. Ia menambahkan bahwa tim tahu tujuan mereka dan bagaimana mencapainya, yang merupakan hal fundamental baginya.