Mantan gelandang legendaris Barcelona, Xavi Hernandez, dikabarkan menjadi kandidat terdepan untuk mengambil alih kursi kepelatihan tim nasional Maroko menjelang Piala Dunia 2026. Perkembangan ini menciptakan narasi menarik, terutama bagi penggemar sepak bola Spanyol, mengingat potensi Xavi—seorang ‘culé’ sejati—untuk memengaruhi masa depan seorang pemain dari klub rival sekota, Espanyol, di panggung dunia.
Sejak meninggalkan Barcelona pada tahun 2024, Xavi belum kembali melatih klub mana pun. Namun, namanya kini santer disebut sebagai pengganti Walid Regragui, pelatih Maroko saat ini, yang posisinya tengah berada di bawah sorotan tajam. Meskipun Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) telah membantah rumor pemecatan Regragui, spekulasi mengenai perubahan di kursi pelatih tetap beredar luas.
Dilema Xavi dan Prospek Omar El Hilali
Jika Xavi benar-benar menerima tawaran tersebut, ia akan menghadapi tantangan besar untuk memimpin Maroko di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Maroko sendiri tergabung dalam Grup C yang berat, bersama raksasa Brasil, Skotlandia, dan Haiti.
Di tengah rumor ini, sorotan juga tertuju pada bek kanan Espanyol, Omar El Hilali. Sebagai pemain berdarah Maroko yang kini memperkuat klub berjuluk Periquitos tersebut, masa depan El Hilali di skuad Piala Dunia Maroko bisa jadi bergantung pada keputusan Xavi. Sebuah ironi yang tak terhindarkan, mengingat rivalitas sengit antara Barcelona dan Espanyol.
Tantangan dan Ambisi Xavi
Meski menjadi kandidat kuat, Xavi dikabarkan memiliki keraguan untuk segera mengambil alih timnas Maroko. Ia dilaporkan lebih memilih untuk memulai sebuah proyek jangka panjang setelah Piala Dunia 2026, mengingat waktu persiapan yang terbatas jika harus langsung memimpin tim untuk turnamen empat tahunan tersebut. Namun, ambisi Xavi untuk memenangkan gelar-gelar besar, termasuk Piala Dunia, tetap menjadi motivasi kuat.
Di bawah kepemimpinan Walid Regragui, Maroko telah mencatatkan sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan melaju hingga final Piala Afrika 2025. Namun, kegagalan menjuarai Piala Afrika di kandang sendiri memicu evaluasi mendalam, membuka pintu bagi kemungkinan masuknya Xavi. Keputusan akhir Xavi dan Federasi Sepak Bola Maroko akan sangat dinantikan, tidak hanya oleh para penggemar Atlas Lions, tetapi juga oleh mereka yang mengikuti perkembangan pemain seperti Omar El Hilali.