Tim nasional Italia akan melakoni laga hidup mati dalam babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Malam ini, Kamis, 26 Maret 2026, Gli Azzurri akan menjamu Irlandia Utara di Bergamo dalam semifinal Path A, dengan target tunggal: meraih kemenangan demi menjaga asa tampil di turnamen akbar empat tahunan tersebut.
Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi Italia, yang merupakan juara Piala Dunia empat kali, setelah mereka secara mengejutkan gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni pada tahun 2018 dan 2022. Tekanan besar kini berada di pundak skuad asuhan Gennaro Gattuso untuk mengakhiri puasa tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Jalan Terjal Menuju Piala Dunia 2026
Italia harus melalui jalur play-off setelah hanya mampu finis di posisi kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026, di bawah Norwegia. Jika berhasil mengatasi Irlandia Utara, Federico Dimarco dan kawan-kawan akan melaju ke final Path A pada 31 Maret mendatang untuk menghadapi pemenang antara Wales atau Bosnia dan Herzegovina. Pemenang dari final tersebut berhak mendapatkan satu tiket ke Piala Dunia 2026.
Pelatih Gennaro Gattuso telah memanggil skuad terbaiknya untuk menghadapi tantangan ini. Di posisi penjaga gawang, ada nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma dari Manchester City, Elia Caprile (Cagliari), Marco Carnesecchi (Atalanta), dan Alex Meret (Napoli). Lini belakang diperkuat oleh Alessandro Bastoni (Inter Milan), Alessandro Buongiorno (Napoli), Riccardo Calafiori (Arsenal), Andrea Cambiaso (Juventus), Diego Coppola (Paris FC), Federico Dimarco (Inter Milan), Federico Gatti (Juventus), Gianluca Mancini (Roma), Marco Palestra (Cagliari), Giorgio Scalvini (Atalanta), dan Leonardo Spinazzola (Napoli).
Di lini tengah, Gattuso mengandalkan Nicolo Barella (Inter Milan), Bryan Cristante (Roma), Davide Frattesi (Inter Milan), Manuel Locatelli, Sandro Tonali, dan Niccolo Pisilli. Sandro Tonali, yang baru pulih dari cedera, diperkirakan akan langsung masuk dalam daftar starting eleven. Sementara itu, Federico Chiesa sempat masuk daftar panggil namun tidak tersedia karena masalah kebugaran.
Untuk lini serang, harapan besar disematkan pada Mateo Retegui dari Al Qadsiah, yang menjadi pencetak gol terbanyak di bawah kepemimpinan Gattuso dengan lima gol dan empat assist dalam enam laga kualifikasi terakhir. Retegui diperkirakan akan berduet dengan Moise Kean di lini depan. Penyerang lainnya termasuk Nicolo Cambiaghi, Francesco Pio Esposito, Giacomo Raspadori, dan Matteo Politano.
Irlandia Utara: Lawan yang Tak Boleh Diremehkan
Irlandia Utara sendiri berhasil mencapai babak play-off melalui performa mereka di UEFA Nations League, meskipun hanya finis di posisi ketiga grup kualifikasi mereka di belakang Jerman dan Slovakia. Mereka datang tanpa dua pemain kunci yang cedera, yaitu kapten Conor Bradley dan bek Dan Ballard. Mayoritas skuad mereka berasal dari liga Championship Inggris dan divisi ketiga.
Secara historis, Italia memiliki rekor yang dominan atas Irlandia Utara, tidak terkalahkan dalam delapan pertemuan terakhir dengan enam kemenangan dan dua hasil imbang, serta menjaga tujuh clean sheet. Pertemuan terakhir mereka terjadi di Kualifikasi Piala Dunia 2022, di mana Italia menang 2-0 di kandang dan bermain imbang 0-0 di laga tandang.
Namun, memori pahit juga menyelimuti pertemuan kedua tim. Pada tahun 1958, Irlandia Utara pernah menyingkirkan Italia dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang dijuluki “bencana Belfast”, yang menjadi kali pertama Italia gagal lolos ke Piala Dunia. Gattuso menyadari tantangan yang ada, “Irlandia Utara adalah tim fisik yang tidak pernah menyerah. Mereka berada dalam jangkauan kami; kami harus memberikan segalanya,” ujarnya. “Sekarang kami fokus pada semifinal, lalu semoga kami bisa berbicara tentang Bosnia dan Wales. Kami tahu kami harus melalui play-off dan kami menatap ke depan dengan percaya diri.”
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, juga menyuarakan pentingnya laga ini bagi bangsa. “Untuk generasi orang Italia, Piala Dunia adalah saat negara bersatu dan mengibarkan bendera kita. Akan menyenangkan untuk berbagi emosi itu lagi dengan para penggemar yang lebih muda,” katanya. Pertandingan di Bergamo ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kebanggaan dan harapan sebuah bangsa untuk kembali ke panggung dunia.