Italia Hadapi Irlandia Utara di Playoff Piala Dunia 2026: Misi Berat Hindari Kegagalan Ketiga

Tim Nasional Italia bersiap menghadapi salah satu pertandingan paling krusial dalam sejarah sepak bola mereka. Gli Azzurri akan berhadapan dengan Irlandia Utara dalam semifinal playoff Kualifikasi zona Eropa. Laga penentuan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat dini hari, 27 Maret 2026, pukul 02.45 WIB, di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Bergamo.

Pertandingan ini menjadi pertaruhan besar bagi Italia yang tengah memikul beban sejarah. Setelah gagal tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022, skuad asuhan bertekad kuat untuk mengakhiri “kutukan” absen dari turnamen akbar empat tahunan tersebut. Kegagalan lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun akan menjadi catatan kelam yang sulit terhapus bagi juara dunia empat kali itu.

Format Ketat Satu Leg, Tanpa Toleransi Kesalahan

Babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa kali ini mengadopsi format yang sangat ketat: sistem gugur satu leg. Artinya, tidak ada kesempatan kedua bagi tim yang kalah. Jika pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal 90 menit, laga akan langsung dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti jika diperlukan. Sebanyak 16 tim Eropa dibagi ke dalam empat jalur (Path A, B, C, dan D), dengan masing-masing jalur akan meloloskan satu tim ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Italia berada di Jalur A, di mana pemenang laga melawan Irlandia Utara akan menghadapi pemenang antara Wales kontra Bosnia dan Herzegovina di partai final jalur. Semifinal jalur lainnya mempertemukan Ukraina vs Swedia dan Polandia vs Albania di Jalur B; Turki vs Rumania dan Slovakia vs Kosovo di Jalur C; serta Denmark vs Makedonia Utara dan Republik Ceko vs Republik Irlandia di Jalur D.

Krisis Cedera dan Strategi Gattuso

Persiapan Italia menjelang laga krusial ini tidak berjalan mulus. Pelatih Gennaro Gattuso dihadapkan pada badai cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci. Winger Liverpool, Federico Chiesa, dipastikan absen karena masalah kebugaran. Selain itu, Matteo Gabbia dan Marco Verratti juga tidak dapat memperkuat tim. Kondisi Alessandro Bastoni dan Gianluca Mancini pun masih diragukan, meski bek sayap Riccardo Calafiori telah pulih dan berambisi besar membawa Italia lolos. Untuk mengisi kekosongan di lini serang, Nicolo Cambiaghi dari Bologna dipanggil sebagai pengganti.

Gattuso menyadari tekanan besar yang ada di pundak timnya. Ia mengingatkan anak asuhnya untuk tidak hanya bermain indah, tetapi juga siap “menderita di lapangan” menghadapi gaya permainan pragmatis lawan. Mantan pemain depan Italia, Del Piero, juga sempat menyoroti rendahnya investasi di sepak bola Italia dan masalah pada sistem pemain muda sebagai faktor yang menghambat perkembangan.

Ancaman Kolektivitas Irlandia Utara

Meski di atas kertas Italia lebih diunggulkan, Irlandia Utara di bawah arahan pelatih Michael O’Neill siap memberikan kejutan. Mereka dikenal dengan permainan yang disiplin dan kolektivitas tinggi, serta mengandalkan bola-bola panjang dan situasi bola mati yang berbahaya. O’Neill secara terbuka mengakui bahwa timnya akan bermain pragmatis, fokus pada pertahanan rapat untuk meredam agresivitas Italia, dan mencari celah melalui serangan balik. “Bermain demi mengincar hasil 0-0 bukan strategi memalukan dalam pertandingan bersistem satu pertemuan,” ujar O’Neill, menunjukkan tekad timnya untuk memaksa pertandingan ke babak tambahan atau adu penalti.

Irlandia Utara terakhir kali berpartisipasi di Piala Dunia pada edisi 1986. Misi mereka adalah mengakhiri puasa panjang tersebut, dan mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menumbangkan raksasa Italia yang sedang terluka.