Umat Muslim di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Banten, terus menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Hari ini, Jumat, 27 Februari 2026, menandai hari ke-9 Ramadan. Memastikan jadwal Imsak dan waktu berbuka puasa menjadi krusial agar ibadah dapat terlaksana dengan tertib dan tepat waktu. Selain itu, persiapan sahur yang sehat juga menjadi kunci untuk menjaga stamina sepanjang hari.
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Serang dan Tangerang
Berdasarkan data dari Kementerian Agama Republik Indonesia, jadwal Imsak dan Magrib untuk wilayah Kota Serang dan sekitarnya pada Jumat, 27 Februari 2026 (9 Ramadan 1447 H) adalah pukul 04.35 WIB untuk Imsak dan 18.18 WIB untuk Magrib. Sementara itu, untuk esok hari, Sabtu, 28 Februari 2026, yang merupakan 10 Ramadan 1447 H, waktu Imsak di Kota Serang tetap pada 04.35 WIB, dengan waktu Magrib sedikit maju menjadi 18.17 WIB.
Antusiasme masyarakat dalam mencari informasi jadwal Imsak juga terlihat di wilayah lain, seperti Tangerang, yang menjadi topik pencarian populer. Untuk Kota Tangerang, jadwal Imsak pada Jumat, 27 Februari 2026, tercatat pada pukul 04.33 WIB. Sedangkan untuk Kabupaten Tangerang, waktu Imsak adalah 04.34 WIB. Perbedaan waktu yang tipis ini merupakan hal yang wajar akibat faktor geografis dan perhitungan posisi matahari.
Pentingnya Sahur dan Kiat Menu Sehat
Sahur bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi utama bagi tubuh untuk mendapatkan ‘bahan bakar’ agar tetap bertenaga dan fokus selama berpuasa lebih dari 12 jam. Secara medis, sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah dehidrasi, dan mendukung kesehatan pencernaan.
Prioritaskan Karbohidrat Kompleks dan Protein
Untuk sahur yang sehat dan mengenyangkan lebih lama, sangat disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini, seperti nasi merah, gandum, oatmeal, atau ubi-ubian, membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga energi dilepaskan secara perlahan dan rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain itu, penuhi kebutuhan protein dengan mengonsumsi telur, dada ayam, ikan, tempe, atau tahu. Protein berperan vital dalam menjaga daya tahan tubuh dan memberikan efek kenyang yang lebih panjang. Sebaiknya hindari mengolah protein dengan cara digoreng menggunakan minyak berlebih; lebih baik direbus, dikukus, atau dipanggang untuk menjaga kualitas nutrisinya.
Jangan Lupakan Serat dan Hidrasi Optimal
Serat adalah komponen wajib dalam menu sahur untuk melancarkan saluran cerna dan mencegah masalah seperti sembelit yang sering muncul saat puasa. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau buncis sangat direkomendasikan. Lengkapi juga dengan buah-buahan yang kaya air dan serat, seperti pepaya, melon, atau pisang. Pisang, khususnya, mengandung kalium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
Dehidrasi adalah musuh utama saat berpuasa. Oleh karena itu, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Kementerian Kesehatan menyarankan untuk tetap memenuhi kebutuhan air putih minimal 8 gelas sehari. Pola minum 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka dan sahur, serta dua gelas saat sahur) dapat menjadi panduan untuk memastikan asupan cairan yang cukup.
Hindari Makanan Pemicu dan Akhirkan Sahur
Beberapa jenis makanan dan minuman sebaiknya dihindari saat sahur. Makanan berminyak, pedas, dan manis berlebihan, serta minuman berkafein, dapat menyebabkan rasa lemas, cepat lapar, atau gangguan pencernaan. Kafein, misalnya, dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang berisiko menyebabkan tubuh kekurangan cairan lebih cepat. Selain itu, mengakhirkan waktu sahur, yaitu mendekati waktu Imsak, sangat dianjurkan. Hal ini sejalan dengan sunah Rasulullah SAW yang bersabda, “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.”
Dengan perencanaan sahur yang cermat dan berpegang pada jadwal Imsakiyah yang akurat, umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H dengan lebih nyaman, bertenaga, dan penuh keberkahan.