Umat Muslim di Kota Makassar dan sekitarnya akan memasuki hari kesepuluh ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Untuk memastikan kelancaran ibadah sahur dan berbuka, penting bagi masyarakat untuk mengetahui jadwal Imsakiyah yang telah ditetapkan secara resmi.
Jadwal Imsakiyah ini menjadi pedoman krusial yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Dengan berpegang pada jadwal ini, umat Islam dapat mengatur waktu sahur, salat, hingga berbuka puasa dengan tepat.
Rincian Jadwal Imsakiyah Makassar, 28 Februari 2026 (10 Ramadan 1447 H)
Berdasarkan data resmi dari Kemenag, berikut adalah rincian jadwal Imsakiyah untuk wilayah Kota Makassar pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04:43 WITA
- Subuh: 04:53 WITA
- Terbit: 06:05 WITA
- Duha: 06:33 WITA
- Zuhur: 12:18 WITA
- Asar: 15:24 WITA
- Magrib (Waktu Buka Puasa): 18:24 WITA
- Isya: 19:33 WITA
Pentingnya Jadwal Imsakiyah dan Amalan di Bulan Ramadan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menekankan bahwa jadwal Imsakiyah merupakan pedoman vital bagi umat Muslim untuk menjaga kedisiplinan waktu ibadah. “Jadwal imsakiyah ini menjadi panduan agar umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari waktu sahur hingga berbuka puasa di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Kamaruddin dalam keterangan resminya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat Islam dan para ahli. Penetapan ini menjadi rujukan resmi pelaksanaan ibadah puasa di Indonesia.
Selain menahan diri dari makan dan minum, bulan Ramadan juga menjadi momentum untuk memperbanyak amalan. Saat sahur, umat Muslim dianjurkan untuk membaca istigfar, memanjatkan doa, serta mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati imsak. Melaksanakan salat tahajud dan membaca Al-Qur’an sebelum waktu subuh juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk menambah keberkahan Ramadan.
Di sisi lain, umat Muslim juga diingatkan untuk menghindari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, salah satunya adalah penggunaan media sosial yang tidak bijak. Bijak dalam memilih konten dan memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif seperti mendengarkan ceramah atau menyebarkan kebaikan dapat menjaga nilai ibadah puasa.