Umat Muslim di Kota Makassar hari ini, Jumat 27 Februari 2026, telah memasuki hari kesembilan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Untuk memastikan kelancaran ibadah sahur dan berbuka puasa, penting bagi masyarakat untuk mengetahui jadwal imsakiyah yang telah ditetapkan secara resmi.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia telah merilis jadwal imsakiyah yang menjadi panduan bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Khusus untuk wilayah Makassar pada 9 Ramadhan 1447 H atau 27 Februari 2026, berikut adalah rincian waktu penting yang perlu diperhatikan:
- Imsak: 04.43 WITA
- Subuh: 04.53 WITA
- Terbit: 06.06 WITA
- Duha: 06.33 WITA
- Zuhur: 12.19 WITA
- Asar: 15.26 WITA
- Maghrib (Waktu Berbuka Puasa): 18.25 WITA
- Isya: 19.34 WITA
Jadwal imsakiyah ini memiliki peran krusial sebagai pengingat bagi umat Muslim untuk menghentikan aktivitas makan dan minum saat sahur sebelum waktu Subuh tiba, serta sebagai penanda waktu berbuka puasa saat Maghrib. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa jadwal ini merupakan pedoman esensial. “Jadwal imsakiyah ini menjadi panduan agar umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari waktu sahur hingga berbuka puasa di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sebagai informasi, penetapan awal Ramadhan 1447 H oleh pemerintah melalui Kementerian Agama jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, organisasi Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H sehari lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan ini merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Mengingat setiap daerah di Indonesia memiliki perbedaan waktu shalat dan imsakiyah, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada jadwal yang sesuai dengan lokasi masing-masing. Informasi jadwal imsakiyah dan waktu berbuka puasa selama Ramadhan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Agama atau media terpercaya lainnya.
Selain memperhatikan waktu, niat puasa juga menjadi syarat sah ibadah. Niat dapat diucapkan atau cukup di dalam hati sebelum menjalankan puasa. Saat berbuka, umat Islam juga dianjurkan membaca doa, seperti yang diriwayatkan oleh Muadz bin Zuhrah secara mursal bahwa Rasulullah SAW membaca: “Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizkika afthartu” yang berarti “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka”.