Pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, siap mengukir sejarah pada debut mereka di ajang bergengsi All England Open Badminton Championships 2026. Meski berstatus pendatang baru di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut, Jafar dan Felisha memasang target tinggi, yakni menembus babak semifinal.
Turnamen level Super 1000 ini akan berlangsung di Birmingham, Inggris, pada 3 hingga 8 Maret 2026. Keikutsertaan Jafar/Felisha menjadi sorotan mengingat mereka berhasil menembus jajaran elite dunia, dengan peringkat ke-9 atau ke-10 per Februari 2026.
Perjalanan Gemilang Menuju Puncak
Jafar Hidayatullah, yang lahir pada 9 Januari 2003, telah menunjukkan performa impresif di sektor ganda campuran. Bersama Felisha Pasaribu, ia mencatatkan tahun 2025 sebagai periode terobosan. Mereka berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia 2025 dan medali perunggu di SEA Games 2025 untuk nomor ganda campuran.
Puncak prestasi mereka di tahun 2025 adalah gelar juara BWF World Tour Super 300 di Taipei Open, serta menjadi finalis di Australian Open 2025. Pasangan ini juga sukses menembus semifinal China Open 2025 dan berpartisipasi dalam HSBC BWF World Tour Finals 2025, menunjukkan konsistensi di level tertinggi.
Target Semifinal dan Persiapan Matang
Menjelang All England 2026, Jafar/Felisha tidak ingin sekadar numpang lewat. Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mengungkapkan ambisi mereka. “Harapannya kalau bicara paling bawah, minimal ya semifinal lah,” ujarnya. Senada dengan Felisha, Jafar Hidayatullah juga menegaskan target serupa. “Minimal semifinal juga lah. Tapi ya fokus ke satu-satu aja sih, match by match aja,” kata Jafar.
Persiapan menuju rangkaian tur Eropa, termasuk All England, disebut sudah mendekati rampung. Felisha menyatakan tingkat kesiapannya mencapai 90-95 persen, sementara Jafar juga merasa siap dengan persentase serupa, mengingat ia memiliki waktu latihan yang lebih panjang.
Ujian Berat di Babak Awal
Tantangan berat sudah menanti Jafar/Felisha sejak babak pertama All England 2026. Mereka akan berhadapan dengan pasangan Thailand, Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai. Jika berhasil melaju, potensi bertemu unggulan lain seperti Mathias Christiansen/Alexandra Boje dari Denmark atau Chen Tang Jie/Toh Ee Wei dari Malaysia sudah menanti di babak-babak selanjutnya.
Pelatih kepala ganda campuran Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky, sebelumnya telah menyoroti potensi besar Jafar/Felisha. “Jafar/Felisha sudah membuktikan diri dengan juara di level Super 300 dan mencapai semifinal Kejuaraan Asia yang setara Super 1000. Ini menjadi modal mereka. Dengan usia yang masih muda, level mereka sudah bisa di atas,” tutur Rionny. Dukungan dan harapan besar kini tertumpu pada pasangan muda ini untuk menunjukkan performa terbaik di panggung dunia.