Jalan Rusak Akibat Banjir, DPRD DKI Desak Pemprov Segera Lakukan Perbaikan Permanen

Author Image

Irfan

4 Februari 2026

Anggota Dprd Dki Jakarta, Fraksi Pdi Perjuangan Hardiyanto Kenneth Menyampaikan Pandangannya Pada Saat Rapat Di Gedung Dprd Dki Jakarta, Kebon Sirih Jakpus. Foto. Dok: Dprd Dki.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth Menyampaikan Pandangannya Pada Saat Rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih Jakpus. Foto. Dok: DPRD DKI.

Jakarta – Ribuan titik jalan di Jakarta mengalami kerusakan dan berlubang pasca banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Hingga awal Februari 2026, tercatat 8.528 titik telah mendapatkan penanganan sementara berupa penambalan. Fokus perbaikan sementara ini adalah untuk menjamin keamanan pengendara, sementara perbaikan permanen menggunakan metode hotmix akan dilakukan setelah kondisi cuaca lebih stabil.

Wilayah yang terdampak parah meliputi Penjaringan, Jakarta Utara, khususnya di Jalan Gedong Panjang dan Mitra Bahari, serta beberapa area di Jakarta Barat. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan serius dari anggota DPRD DKI Jakarta.

Kritik Anggota DPRD DKI Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, atau yang akrab disapa Kent, menyuarakan keprihatinan mendalam atas kerusakan jalan yang cukup parah akibat banjir.

“Jalan merupakan infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik. Ketika kondisinya rusak dan tidak segera ditangani, dampaknya sangat luas, mulai dari kemacetan, meningkatnya risiko kecelakaan, hingga naiknya biaya transportasi masyarakat,” ujar Kent dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Kent menilai, banyaknya jalan yang berlubang, terkelupas, hingga ambles tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga, terutama pengendara roda dua dan empat.

Evaluasi Penanganan Banjir dan Drainase

Menurut Kent, banjir memang menjadi salah satu faktor utama percepatan kerusakan jalan. Namun, ia menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada faktor alam.

“Kejadian banjir di Jakarta bukan hal baru. Artinya, seharusnya sudah ada antisipasi melalui perencanaan konstruksi jalan yang lebih tahan genangan, sistem drainase yang optimal, serta pemeliharaan yang konsisten. Jika setiap banjir jalan kembali rusak, ini patut menjadi evaluasi serius,” tegas Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Dorongan Perbaikan Cepat dan Transparan

Kent mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Bina Marga, untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap ruas jalan yang terdampak banjir. Ia meminta perbaikan dilakukan secara cepat dan tepat, dengan memprioritaskan jalan utama dan kawasan dengan volume lalu lintas tinggi.

“Perbaikan darurat memang perlu untuk mencegah kecelakaan, tetapi solusi permanen harus menjadi fokus utama. Jangan sampai setiap tahun kita hanya melakukan tambal sulam tanpa perbaikan yang berkelanjutan,” ketus Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta itu.

Lebih lanjut, Kent juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran perbaikan jalan. Ia menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat untuk memastikan anggaran yang digunakan menghasilkan kualitas pembangunan yang baik dan tahan lama.

Integrasi Penanganan Banjir dan Infrastruktur

Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu mengingatkan agar penanganan infrastruktur jalan terintegrasi dengan upaya pengendalian banjir.

“Tanpa penanganan banjir yang serius dan berkelanjutan, perbaikan jalan akan terus mengulang siklus kerusakan yang sama. Saya berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong kebijakan yang berpihak pada keselamatan serta kenyamanan warga. Saya berharap Pemprov DKI dapat bekerja lebih responsif, terencana, dan profesional demi menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak bagi masyarakat Jakarta,” tutupnya.