Jalan Terjal Tottenham di Liga Champions: Hadapi Atletico Madrid di Babak 16 Besar

Perjalanan di musim 2025/26 dipastikan akan sangat menantang setelah hasil undian babak 16 besar mempertemukan mereka dengan raksasa Spanyol, . Duel sengit ini menjadi rintangan pertama Spurs di fase gugur, dengan leg pertama dijadwalkan pada 10 Maret 2026 di kandang Atletico, Riyadh Air Metropolitano, disusul leg kedua pada 18 Maret 2026 di Tottenham Hotspur Stadium.

Tottenham sendiri berhasil mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa ini setelah menjuarai Liga Europa pada 21 Mei 2025, mengakhiri puasa gelar 17 tahun mereka dengan kemenangan 1-0 atas Manchester United di Bilbao. Musim ini, mereka berkompetisi di bawah arahan manajer baru, , yang menggantikan Ange Postecoglou. Liga Champions musim 2025/26 mengadopsi format baru ‘Swiss-style’ di mana setiap tim memainkan delapan pertandingan di fase liga, dengan delapan tim teratas langsung lolos ke babak 16 besar, sementara tim peringkat 9-24 melalui babak play-off.

Tantangan Berat dari Atletico Madrid

Atletico Madrid bukanlah lawan sembarangan. Klub asuhan Diego Simeone ini dikenal dengan pertahanan solid dan serangan balik mematikan, serta memiliki sejarah panjang di Liga Champions, termasuk mencapai final pada 2014 dan 2016, serta semifinal pada 2017. Dalam peringkat klub UEFA yang dirilis Agustus 2025, Atletico Madrid menempati posisi ke-12, menunjukkan konsistensi mereka di kancah Eropa.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bahkan menyoroti betapa sulitnya undian Liga Champions kali ini. Ia menyebut bahwa sisi undian yang dihuni Arsenal, Barcelona, Newcastle United, Atletico Madrid, dan Tottenham Hotspur juga merupakan jalur yang berat. “[Ini] akan sangat tidak sopan [jika menganggap remeh], misalnya, Newcastle, Barcelona, tim-tim top, Atlético Madrid atau Spurs,” ujar Guardiola.

Peluang dan Strategi Tottenham

Meskipun Tottenham finis di posisi keempat pada fase liga, prediksi superkomputer pada 26 Februari 2026 menunjukkan peluang mereka untuk menjuarai Liga Champions hanya sebesar 1,67%, sedikit lebih tinggi dari Atletico Madrid yang 1,39%. Di bawah Thomas Frank, Spurs diperkirakan akan mengandalkan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, dengan fleksibilitas untuk beralih ke tiga bek tergantung lawan.

Skuad Tottenham musim ini diperkuat beberapa pemain kunci seperti kiper Guglielmo Vicario, bek Pedro Porro, Micky van de Ven, dan Destiny Udogie. Di lini tengah dan depan, nama-nama seperti Mohamed Kudus, Kevin Danso, dan Mathys Tel bergabung pada bursa transfer musim panas 2025, sementara Son Heung-min tetap menjadi kapten tim. Kedalaman skuad dan adaptasi cepat terhadap taktik Frank akan menjadi kunci untuk melewati hadangan Atletico dan melangkah lebih jauh di turnamen paling bergengsi Eropa ini.

Dengan jalur menuju final yang sudah terpampang jelas, termasuk potensi pertemuan dengan tim-tim raksasa lainnya di babak selanjutnya, Tottenham harus menunjukkan performa terbaik mereka di setiap pertandingan. Setiap laga di fase gugur akan menjadi final mini yang membutuhkan fokus, determinasi, dan mentalitas juara.