Jaringan Jalan Tol Makassar, yang dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk melalui anak usahanya, terus menegaskan perannya sebagai tulang punggung vital bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Infrastruktur ini tidak hanya memangkas waktu tempuh secara signifikan, tetapi juga menjadi katalisator bagi kematangan ekonomi kota, dengan penyesuaian tarif yang dijadwalkan berlaku pada awal tahun 2026 mendatang.
Keberadaan Jalan Tol Makassar telah terbukti meningkatkan efisiensi perjalanan secara drastis. Data operasional menunjukkan bahwa pengguna jalan tol dapat menghemat waktu tempuh hingga 56%. Sebagai contoh, perjalanan dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju pusat kota yang biasanya memakan waktu 52 menit melalui jalur arteri, kini dapat ditempuh hanya dalam 23 menit melalui jalan tol. Efisiensi waktu ini berdampak langsung pada produktivitas masyarakat, mulai dari aktivitas harian, distribusi logistik, hingga konektivitas pariwisata dan perdagangan.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network (MMN), Ismail Malliungan, menekankan pentingnya peran jalan tol sebagai penghubung simpul ekonomi. Berbagai studi transportasi mengindikasikan bahwa infrastruktur jalan tol menjadi salah satu faktor kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 5,18% per tahun, khususnya di sektor perdagangan dan logistik. Jaringan tol sepanjang sekitar 24,85 kilometer ini juga berkontribusi dalam mengurangi tingkat kemacetan di beberapa titik utama, sekaligus meningkatkan efisiensi transportasi barang dan orang.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan Jalan Tol Makassar terus berlanjut dengan proyek-proyek strategis. Jalan Tol Layang A.P. Pettarani, sepanjang 4,3 kilometer, telah resmi beroperasi sejak 19 Maret 2021 dan menjadi ikon baru Kota Makassar. Selain itu, Jalan Akses Tol Makassar New Port (MNP) sepanjang 3,2 kilometer diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Februari 2024. Proyek dengan investasi Rp 705 miliar ini dirancang untuk menghubungkan Pelabuhan Makassar New Port dengan jaringan tol eksisting, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kawasan Industri Makassar (KIMA), dan Pelabuhan Soekarno Hatta, guna memperlancar jalur ekspor-impor dan distribusi logistik.
Saat ini, volume lalu lintas harian di keempat ruas jalan tol Makassar mencapai sekitar 95.000 kendaraan. Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan pengguna, pengelola menyediakan berbagai fasilitas seperti layanan derek gratis, sistem pembayaran non-tunai, pemantauan lalu lintas, dan layanan bantuan 24 jam. Aplikasi NITA juga tersedia untuk mendukung mobilitas pengguna jalan tol.
Menyikapi dinamika ekonomi, PT Makassar Metro Network (MMN) akan memberlakukan penyesuaian tarif jalan tol mulai awal tahun 2026. Kenaikan tarif ini berkisar antara Rp 500 untuk kendaraan kecil hingga Rp 1.000 untuk truk. Ismail Malliungan menjelaskan, penyesuaian ini didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang mewajibkan evaluasi setiap dua tahun, dengan mengacu pada angka inflasi Makassar yang berada di atas 4%. Meskipun Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1439/KPTS/M/2025 telah terbit pada 8 Desember 2025, penerapan tarif baru sengaja ditunda hingga setelah masa libur Natal dan Tahun Baru berakhir atas imbauan Kementerian PU dan Komisi V DPR RI.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI Group) sendiri mencatat kinerja yang stabil hingga kuartal III 2025, dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 216 miliar. Segmen jalan tol melalui PT Margautama Nusantara (MUN) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan laba inti 71,7%. Indah D. P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, menyatakan, “Capaian ini menunjukkan bahwa konsistensi dan ketahanan operasional menjadi faktor utama dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah dinamika ekonomi. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara profitabilitas, keberlanjutan, dan inovasi. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan fondasi jangka panjang yang kuat bagi perusahaan.” Ke depan, perusahaan juga tengah menyiapkan investasi untuk proyek lain seperti Tol JORR-E senilai Rp 21 triliun dan Jalan Tol Mamminasata sepanjang 34,5 km dengan estimasi investasi Rp 9,191 triliun.