Lalu lintas kargo pada jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan ibu kota Serbia, Beograd, dan ibu kota Hungaria, Budapest, secara resmi telah dimulai pada Jumat, 27 Februari 2026, tepat setelah tengah malam. Pembukaan ini menandai tonggak penting dalam proyek infrastruktur ambisius yang didukung Tiongkok di Eropa Tengah dan Tenggara.
Zsolt Hegyi, CEO Hungarian State Railways (MÁV Group), mengumumkan dimulainya operasi kargo melalui unggahan di media sosial, menegaskan bahwa jalur tersebut telah memenuhi semua standar infrastruktur dan keselamatan yang diperlukan. Sementara itu, layanan penumpang di jalur Hungaria diperkirakan akan dimulai pada 15 Maret 2026, setelah semua pemeriksaan teknis dan keselamatan rampung. Presiden Serbia, Aleksandar Vučić, bahkan berharap lalu lintas penumpang dapat dibuka sepenuhnya pada akhir Maret.
Proyek kereta api Beograd-Budapest ini merupakan bagian penting dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) Tiongkok, yang bertujuan untuk menghubungkan Pelabuhan Piraeus di Yunani, yang dioperasikan Tiongkok, dengan Eropa Tengah. Dengan total panjang sekitar 350 km, jalur ini akan secara signifikan memangkas waktu perjalanan antara kedua kota dari sekitar delapan jam menjadi hanya sekitar dua setengah hingga tiga setengah jam, dengan kecepatan kereta mencapai 200 km/jam di beberapa bagian. Sebagian besar pembiayaan proyek ini berasal dari entitas Tiongkok, terutama China Export-Import Bank.
Di sisi Serbia, segmen Beograd-Subotica telah beroperasi penuh untuk lalu lintas penumpang sejak Oktober 2025, menyusul pembukaan bagian Beograd-Novi Sad pada Maret 2022. Total investasi untuk jalur ini diperkirakan mencapai sekitar 4 miliar euro, dengan bagian Hungaria menelan biaya sekitar 2 miliar euro dan bagian Serbia masing-masing lebih dari 900 juta euro.
Pembangunan bagian Hungaria, sepanjang sekitar 158,6 km, dimulai pada Juli 2020 dan memasuki fase konstruksi sipil pada Februari 2022. Proyek ini dikerjakan bersama oleh China Railway Group Limited dan perusahaan lokal Hungaria. Keberhasilan proyek ini juga menandai pertama kalinya teknologi dan peralatan kereta api Tiongkok diselaraskan dengan Spesifikasi Teknis untuk Interoperabilitas (TSI) Uni Eropa.
Meskipun demikian, Hegyi mengingatkan para pengemudi untuk berhati-hati di perlintasan kereta api, mengingat penduduk setempat telah terbiasa dengan tidak adanya kereta api di jalur tersebut. Jalur kereta api ini diharapkan membawa kemajuan ekonomi yang lebih cepat, menarik investor baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pariwisata, dan mengubah Hungaria menjadi pusat logistik regional. Saat ini, tiga pasang kereta kargo telah dijadwalkan untuk beroperasi, dan jalur ini diperkirakan akan digunakan dengan kapasitas 100% untuk kereta kargo, dengan sebagian besar slot yang tersedia telah dikontrak.
Uji coba operasional jalur kereta api ini telah dimulai sejak Desember 2025, mempersiapkan layanan penuh yang akan segera dinikmati oleh masyarakat dan sektor logistik.