Perburuan gelar Premier League musim 2025/2026 semakin memanas, dengan Arsenal memimpin klasemen sementara. Namun, di tengah performa impresif The Gunners, mantan bek legendaris Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan keraguan terhadap kualitas lini serang tim asuhan Mikel Arteta. Komentar Carragher ini muncul di saat kiper David Raya justru menunjukkan performa yang konsisten dan krusial bagi tim London Utara.
Per 1 Maret 2026, Arsenal kokoh di puncak klasemen Premier League dengan mengumpulkan 61 poin dari 28 pertandingan, hasil dari 18 kemenangan, 7 seri, dan hanya 3 kekalahan, serta selisih gol +35. Mereka unggul dua poin dari pesaing terdekat, Manchester City, yang berada di posisi kedua dengan 59 poin dari jumlah laga yang sama. Persaingan ketat ini menjadikan musim ini sebagai salah satu perebutan gelar yang paling mendebarkan.
Carragher Soroti ‘Kurangnya Superstar’ di Lini Depan Arsenal
Jamie Carragher, dalam penilaiannya pada Februari 2026, secara blak-blakan menyatakan bahwa “kurangnya superstar” di lini serang Arsenal bisa menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih gelar juara. Ia merasa bahwa pemain seperti Bukayo Saka dan Martin Odegaard belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi untuk menjadi “pemain terbaik di Premier League.”
“Ketika saya menonton Arsenal, saya tidak berpikir mereka memiliki superstar mutlak di antara empat atau lima pemain depan,” ujar Carragher. Ia menambahkan, “Masalah mereka mungkin adalah kurangnya kualitas di sepertiga akhir.” Bahkan, pada Januari 2026, Carragher mempertanyakan “kenormalan” Arsenal memimpin liga tanpa penyerang superstar sejati. “Kapan Anda pernah melihat tim di puncak klasemen, yang unggul enam atau tujuh poin, tetapi jika Anda memilih tim terbaik Premier League sejauh ini, Anda tidak akan memiliki salah satu pemain mereka di empat besar?” tanyanya. “Itu tidak normal, itu tidak akan pernah terjadi.”
Meskipun demikian, statistik menunjukkan bahwa Arsenal berhasil mencetak jumlah gol terbanyak kedua di Premier League musim ini. Pencetak gol terbanyak mereka di liga adalah Viktor Gyökeres dan Leandro Trossard, masing-masing dengan lima gol, sementara Bukayo Saka, Declan Rice, Eberechi Eze, dan Mikel Merino masing-masing menyumbang empat gol.
David Raya Tampil Gemilang di Bawah Mistar
Berbeda dengan pandangan Carragher terhadap lini serang, performa kiper David Raya justru menuai pujian. Raya digambarkan sebagai penjaga gawang yang “proaktif, menyapu di belakang pertahanan, dan bermain di bawah tekanan dengan ketenangan.” Kemampuan distribusinya membantu Arsenal “memancing tekanan lalu mematahkannya,” menjadikannya “senjata taktis, bukan hanya penjaga gawang.”
Sepanjang musim 2025/2026, David Raya telah tampil dalam 35 pertandingan, kebobolan 23 gol, dan mencatatkan 18 clean sheet. Rata-rata penyelamatannya mencapai 1,69 per pertandingan, dengan rata-rata kebobolan 0,66 gol per pertandingan. Akurasi umpannya juga mencapai 70%. Statistik ini menunjukkan kontribusi signifikan Raya dalam menjaga pertahanan Arsenal tetap solid.
Carragher Ralat Pandangan tentang Gyökeres
Menariknya, Carragher sempat meralat pandangannya mengenai Viktor Gyökeres pada Februari 2026. Ia sebelumnya mengisyaratkan bahwa Gyökeres bisa “merugikan” Arsenal dalam perburuan gelar, namun kemudian mengakui bahwa sang striker telah “membalas” kepercayaan Arteta, terutama setelah mencetak dua gol ke gawang Tottenham Hotspur. Gyökeres sendiri telah mengoleksi 15 gol di semua kompetisi musim 2025/2026.
Keuntungan Jadwal dan Persepsi Eropa
Selain faktor internal, Arsenal juga diuntungkan dengan jadwal pertandingan tandang yang lebih terlokalisasi dibandingkan Manchester City, yang berarti jarak tempuh perjalanan yang lebih pendek. Total jarak tempuh tandang Arsenal hingga akhir musim adalah 576 mil, jauh lebih sedikit dibandingkan 1.534 mil milik City. Keuntungan ini dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental pemain di fase krusial musim.
Secara eksternal, manajer timnas Portugal, Roberto Martinez, mengungkapkan bahwa klub-klub Liga Champions di luar Inggris memandang Arsenal sebagai tim yang “lebih kuat” dibandingkan Manchester City. Persepsi ini menambah dimensi menarik dalam narasi perburuan gelar Premier League yang telah lama diidam-idamkan Arsenal setelah tiga kali finis di posisi kedua secara beruntun.
Dengan Arsenal dijadwalkan menjamu Chelsea pada Minggu sore (2 Maret 2026) dan City bertandang ke Leeds pada Sabtu malam (1 Maret 2026), setiap pertandingan tersisa akan menjadi penentu dalam upaya The Gunners mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.