Jejak Transaksi Saham ENRG: Broker Boy Thohir Pernah Perkuat, Kini Kurangi Kepemilikan

Pergerakan PT Energi Mega Persada Tbk () kembali menjadi perhatian di lantai bursa, terutama dengan sorotan terhadap peran broker yang terafiliasi dengan konglomerat , atau akrab disapa Boy Thohir. Spekulasi mengenai penguatan cengkeraman kepemilikan saham ENRG oleh entitas Boy Thohir mencuat di tengah dinamika pasar modal Indonesia.

(TRIM), perusahaan sekuritas yang dikendalikan oleh Boy Thohir, memang memiliki sejarah panjang dalam aktivitas jual beli saham ENRG. Pada pertengahan tahun 2023, misalnya, TRIM tercatat melakukan akuisisi signifikan dengan mengambil alih 1,04 miliar saham ENRG dari Bakrie Kalila Investment. Langkah ini menjadi salah satu penanda awal penguatan posisi TRIM di emiten minyak dan gas milik Grup Bakrie tersebut.

Tren akuisisi berlanjut pada tahun 2025. Pada 26 Juni 2025, Trimegah Sekuritas kembali memboyong 1,61 miliar saham ENRG, yang secara substansial meningkatkan porsi kepemilikannya menjadi 23,33 persen dari sebelumnya 16,84 persen. Transaksi senyap ini, yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 538,61 miliar berdasarkan harga penutupan saham saat itu, menunjukkan komitmen TRIM dalam memperbesar kepemilikan. Tak berhenti di situ, pada 4 Juli 2025, TRIM kembali menambah timbunan saham ENRG sebanyak 80 juta lembar, mengerek porsi kepemilikan menjadi 23,66 persen dari 23,33 persen. Transaksi senilai Rp 26,88 miliar ini semakin memperkuat posisi Trimegah Sekuritas di ENRG.

Namun, data terbaru menunjukkan adanya perubahan arah dalam strategi kepemilikan saham ENRG oleh broker Boy Thohir. Pada awal Maret 2025, Trimegah Sekuritas diketahui melepas 207,25 juta saham ENRG. Aksi divestasi yang lebih signifikan terjadi pada Oktober 2025. Pada awal bulan tersebut, TRIM melepas 1,13 miliar saham ENRG. Puncaknya, per 20 Oktober 2025, kepemilikan TRIM di ENRG berkurang dari 4.005.328.522 lembar saham (15,41 persen) menjadi 3.782.028.522 lembar saham (14,36 persen) setelah melepas 223,3 juta saham. Pelepasan saham ini terjadi di tengah laju kencang harga saham ENRG yang sempat terbang 422,1 persen ke level Rp 945 dalam enam bulan terakhir.

Meskipun terjadi divestasi pada akhir tahun 2025, Boy Thohir dikenal sebagai investor ulung dengan portofolio yang terdiversifikasi dan pandangan jangka panjang. Kepercayaan terhadap fundamental perusahaan dan prospek pasar modal Indonesia juga pernah diungkapkan Boy Thohir terkait Trimegah Sekuritas. “Saya melihat momentum positif di industri keuangan Indonesia. Trimegah telah menunjukkan transformasi dan peningkatan kinerja yang kuat, dan saya percaya perusahaan serta pasar modal Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik,” ujarnya pada November 2025.

Dengan demikian, meskipun ada narasi tentang penguatan cengkeraman, data transaksi terbaru yang tersedia menunjukkan bahwa PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk justru mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di ENRG pada akhir tahun 2025. Pergerakan ini mengindikasikan dinamika investasi yang kompleks di pasar modal, di mana strategi akuisisi dan divestasi dapat berubah seiring kondisi pasar dan evaluasi internal.