Semarang, ibu kota Jawa Tengah, tak hanya memikat wisatawan dengan pesona arsitektur kolonial di Kota Lama atau keindahan Lawang Sewu. Lebih dari itu, kota ini adalah surga bagi para pencinta kuliner, menawarkan beragam oleh-oleh yang memadukan cita rasa legendaris dengan sentuhan kekinian. Pada tahun 2026 ini, pilihan buah tangan dari Semarang semakin beragam, mulai dari jajanan tradisional yang tak lekang oleh waktu hingga camilan modern yang sedang viral di media sosial.
Lumpia Semarang: Sang Ikon yang Tak Tergantikan
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Semarang tanpa membawa pulang lumpia. Kudapan gurih ini telah menjadi identitas kuliner kota, menawarkan perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia yang khas. Isiannya bervariasi, umumnya terbuat dari rebung, telur, daging ayam, atau udang, bahkan ada pula yang menggunakan daging kepiting. Wisatawan dapat memilih lumpia basah yang langsung disantap atau lumpia goreng renyah. Untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, banyak penjual kini menyediakan lumpia dalam kemasan vakum atau beku yang lebih tahan lama. Beberapa nama legendaris seperti Lumpia Gang Lombok, Lunpia Cik Me Me, dan Loenpia Mbak Lien menjadi destinasi wajib bagi pemburu lumpia autentik. Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per porsi, tergantung isian dan jumlahnya.
Wingko Babat: Manis Gurih Warisan Nusantara
Meski asalnya dari Lamongan, Wingko Babat telah lama menjadi ikon oleh-oleh Semarang, terutama yang dijajakan di sekitar Stasiun Tawang. Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung ketan, kelapa parut, dan gula, menghasilkan tekstur lembut dengan cita rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah. Selain rasa original, kini Wingko Babat hadir dengan varian rasa modern seperti stroberi, durian, pisang, cokelat, hingga keju. Wingko Babat Cap Kereta Api adalah salah satu merek yang paling dikenal dan digemari. Kue ini memiliki daya tahan sekitar empat hari pada suhu ruang, menjadikannya pilihan ideal untuk buah tangan. Harga satu paket besar Wingko Babat biasanya sekitar Rp25.000.
Tahu Bakso Ungaran: Kenyalnya Daging dalam Tahu Lembut
Tahu Bakso, khususnya yang berasal dari Ungaran, Kabupaten Semarang, juga menjadi primadona oleh-oleh. Berbeda dari tahu bakso pada umumnya, kudapan ini menggunakan isian bakso daging sapi asli yang kenyal di dalam tahu yang lembut. Tahu bakso dapat dinikmati dengan cara dikukus atau digoreng, seringkali disajikan dengan sambal kecap pedas. Untuk kemudahan membawa pulang, banyak produsen seperti Tahu Bakso Bu Pudji menyediakan produk dalam kemasan vakum beku yang dapat bertahan hingga satu bulan di dalam freezer. Harga per paketnya bervariasi, mulai dari sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000.
Bandeng Presto: Olahan Ikan Duri Lunak yang Praktis
Semarang juga terkenal dengan olahan ikan bandeng presto. Ikan bandeng dimasak menggunakan panci presto sehingga durinya menjadi sangat lunak dan aman untuk dikonsumsi. Berbagai varian bandeng presto tersedia, mulai dari bandeng duri lunak biasa, otak-otak bandeng, hingga bandeng asap. Bandeng Juwana Elrina adalah salah satu merek yang paling populer dan telah berdiri sejak tahun 1977. Produk ini sangat cocok untuk oleh-oleh karena memiliki daya tahan yang cukup lama, terutama jika disimpan dalam kemasan vakum yang bisa awet hingga satu tahun di freezer. Harga bandeng presto berkisar antara Rp55.000 hingga Rp250.000, tergantung ukuran dan jenisnya.
Roti Ganjel Rel: Jajanan Klasik Beraroma Rempah
Roti Ganjel Rel, atau dikenal juga sebagai Roti Gambang, adalah jajanan khas Semarang yang melegenda. Roti berwarna cokelat dengan taburan wijen di atasnya ini memiliki tekstur padat dan rasa manis dengan aroma rempah seperti kayu manis yang unik. Bentuknya yang menyerupai bantalan rel kereta api menjadi asal namanya. Roti ini diketahui sudah ada sejak masa kolonial Belanda dan terinspirasi dari roti Belanda, Ontbijtkoek. Meskipun dulunya sulit ditemukan, beberapa produsen kini telah memodifikasi teksturnya agar lebih lembut dan mudah dinikmati.
Moaci Gemini dan Chiffon Cake Pelangi Cafe: Sentuhan Kekinian yang Digemari
Selain deretan kuliner klasik, Semarang juga memiliki oleh-oleh kekinian yang sedang naik daun. Moaci Gemini, misalnya, menawarkan mochi kenyal berlapis wijen sangrai dengan beragam isian modern seperti cokelat, keju, red bean, stroberi, durian, hingga cookies & cream. Moaci ini telah bersertifikat halal dan dapat bertahan hingga lima hari pada suhu ruang. Harganya mulai dari Rp27.000 hingga Rp85.000 per kemasan. Tak kalah populer adalah Chiffon Cake Pelangi Cafe, yang dikenal dengan teksturnya yang sangat lembut dan ringan. Varian cheese chiffon dengan taburan keju melimpah menjadi favorit, sementara varian Lotus Biscoff yang hadir pada 2025–2026 turut menarik perhatian. Kue ini dibanderol sekitar Rp70.000 hingga Rp98.000.
Beragam pilihan oleh-oleh ini menunjukkan kekayaan kuliner Semarang yang terus berinovasi tanpa melupakan warisan rasa. Baik Anda mencari cita rasa tradisional yang autentik maupun camilan modern yang sedang tren, Kota Lumpia ini siap memanjakan lidah dan membawa pulang kenangan manis.