Jepara bersiap menjadi saksi duel sengit antara Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan pekan ke-22 ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Laga ini diprediksi akan menyajikan tensi tinggi mengingat kondisi kedua tim yang tengah berjuang dengan tantangan masing-masing.
Persijap Jepara: Kembali ke Pelukan Mario Lemos di Tengah Ancaman Degradasi
Persijap Jepara membuat gebrakan di tengah musim dengan kembali menunjuk Mario Lemos sebagai pelatih kepala pada 17 Februari 2026. Keputusan ini terbilang mengejutkan, mengingat Lemos sempat dipecat pada Desember lalu. Divaldo Alves, yang sebelumnya mengisi posisi pelatih kepala, kini beralih peran menjadi Direktur Teknik. Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, menjelaskan bahwa penunjukan kembali Lemos merupakan bagian dari “blueprint” jangka panjang klub. “Penunjukan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun Persijap secara berkelanjutan,” ujar Egat, menegaskan kepercayaan pada kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis Lemos untuk membawa tim tampil kompetitif.
Saat ini, Laskar Kalinyamat berada di posisi genting, menghuni peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 15 poin dari 21 pertandingan, menempatkan mereka di zona degradasi. Namun, Persijap memiliki modal berharga berupa performa kandang yang impresif di putaran kedua. Mereka berhasil mencatatkan dua kemenangan dan dua clean sheet dalam empat laga kandang terakhir, termasuk menumbangkan PSM Makassar 2-0 pada 24 Januari 2026 dan Madura United 1-0 pada 7 Februari 2026. Perombakan skuad di bursa transfer paruh musim diyakini menjadi salah satu faktor peningkatan performa ini.
Persebaya Surabaya: Bajul Ijo Pincang, Waspadai Kandang Angker Lawan
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang ke Jepara dengan kondisi yang kurang ideal. Tim berjuluk Bajul Ijo ini baru saja menelan kekalahan di kandang melawan Bhayangkara FC, yang menghentikan rekor tak terkalahkan mereka. Selain itu, Persebaya juga harus tampil pincang tanpa beberapa pemain andalan yang absen karena cedera, termasuk Bruno Paraiba, Malik Risaldi, dan Ernando Ari.
Meskipun demikian, Persebaya masih bertengger di papan atas, menempati peringkat kelima klasemen dengan 35 poin dari 21 laga, setara dengan Persita Tangerang yang berada di bawahnya. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan kewaspadaannya terhadap kekuatan Persijap di kandang. “Kami akan menghadapi tim tuan rumah yang kuat. Jika kita ingat pertandingan-pertandingan terakhir Persijap di kandang, mereka selalu menang. Jadi, kami yakin ini akan sangat sulit bagi kami,” tutur Tavares.
Gelandang Persebaya, Milos Raickovic, juga mengakui transformasi Persijap. “Tentu saja besok malam kami akan menghadapi pertandingan yang sulit, lawan yang tangguh. Kita tahu bahwa tim ini tidak sama seperti di putaran pertama,” tegas Milos. Ia menambahkan, “Kita tahu bahwa mereka memiliki banyak pemain baru dan tentu saja mereka lebih baik.” Rekan setimnya, Francisco Rivera, menegaskan tekad tim untuk meraih tiga poin penuh. “Kami ingin kembali ke jalur kemenangan karena pertandingan terakhir kami kalah di kandang. Tapi kami pemain siap memberikan yang terbaik untuk membawa pulang tiga poin ke Surabaya,” pungkas Rivera.
Rekor Pertemuan dan Prediksi Laga
Secara historis, Persebaya Surabaya lebih unggul dalam rekor pertemuan melawan Persijap Jepara. Pada putaran pertama musim ini, Persebaya berhasil meraih kemenangan telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, dengan kondisi Persijap yang kini lebih solid di kandang dan Persebaya yang sedang dilanda badai cedera, pertandingan ini diprediksi akan berjalan lebih ketat dan penuh kejutan. Dukungan penuh dari suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini diharapkan dapat menjadi energi ekstra bagi Laskar Kalinyamat untuk melanjutkan tren positif di kandang dan menjauh dari zona degradasi.