Menjelang perhelatan FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang, sorotan tajam tertuju pada lini serang Tim Nasional Indonesia di bawah arahan pelatih anyar John Herdman. Di tengah minimnya opsi penyerang murni, nama Ole Romeny, striker berusia 25 tahun yang merumput di Oxford United, Inggris, kembali mencuat sebagai pilihan utama, meskipun performanya di level klub sedang tidak optimal.
Performa Ole Romeny di Klub: Mandul dan Minim Menit Bermain
Musim 2025/2026 menjadi periode yang sulit bagi Ole Romeny bersama Oxford United. Pemain yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 8 Februari 2025 ini belum mampu mencetak gol maupun assist dalam 14 penampilannya di kompetisi Championship. Total menit bermainnya hanya mencapai 341 menit, dengan hanya dua kali dipercaya sebagai starter.
Kondisi ini diperparah dengan cedera ACL yang dialaminya pada Piala Presiden 2025, memaksanya absen dalam 13 laga Championship dan dua pertandingan Carabao Cup di awal musim. Romeny baru kembali merumput pada 5 November 2025, itupun hanya bermain sembilan menit. Minimnya menit bermain secara konsisten menyulitkan Romeny untuk menemukan ritme terbaiknya dan menunjukkan kualitas sebagai penyerang utama.
Kontras dengan Catatan Impresif di Timnas Indonesia
Berbeda dengan performa di klub, Ole Romeny justru memiliki catatan yang cukup menjanjikan saat berseragam Timnas Indonesia. Ia berhasil mencetak tiga gol dari enam penampilan, di mana seluruh gol tersebut tercipta pada tiga laga awalnya bersama skuad Garuda. Ketajaman ini menjadi salah satu alasan mengapa ia masih dianggap sebagai opsi terbaik untuk lini depan Timnas Indonesia, terutama mengingat keterbatasan pilihan striker murni yang ada.
Dilema John Herdman dan Pujian untuk Mental Baja Romeny
Pelatih John Herdman, yang akan melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, dihadapkan pada tantangan besar dalam meramu lini depan. Meskipun performa Romeny di klub menurun drastis, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan, atau akrab disapa Bung Ropan, meyakini bahwa Ole Romeny masih menjadi pilihan terdepan. “Untuk situasi sekarang ini, kalau bicara nomor sembilan, Ole Romeny masih jadi yang terdepan. Meskipun sebetulnya dia bukan murni pemain nomor sembilan, tetapi nomor 10,” ujar Bung Ropan dalam YouTube Nusantara TV. Ia menambahkan, “Namun, untuk sekarang ini menuju FIFA Series 2026 yang menjadi ajang terdekat, Ole Romeny lah yang tersedia. Tidak ada pilihan lain, terlepas menit bermainnya masih belum reguler bersama klubnya.”
Menariknya, John Herdman sendiri dilaporkan memuji “mental baja” Ole Romeny. Sikap pantang menyerah, etos kerja tinggi, serta kemampuannya bertahan di bawah tekanan kompetisi kasta atas Inggris dinilai Herdman sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter tangguh. Pengalaman keras tersebut diyakini akan memberi dampak positif bagi Timnas Indonesia.
FIFA Series 2026: Ujian Perdana Era Herdman
FIFA Series 2026 akan digelar di Jakarta pada akhir Maret, dengan Timnas Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts dan Nevis. Laga pembuka akan mempertemukan Indonesia dengan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Herdman telah merilis daftar 27 pemain untuk ajang ini, yang diwarnai sejumlah kejutan, termasuk pencoretan enam pemain lama seperti Marc Klok dan Stefano Lilipaly, serta pemanggilan wajah baru seperti Joey Verma. Pelatih asal Inggris ini menegaskan bahwa pemilihan pemain murni didasarkan pada performa dan kebutuhan taktik, menandai dimulainya era baru yang profesional dan kompetitif.
Timnas Indonesia juga akan menghadapi tantangan dengan absennya enam pemain kunci akibat cedera dan sanksi. Mees Hilgers, Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan harus menepi karena cedera, sementara Thom Haye dan Shayne Pattynama terkena sanksi larangan bermain dua pertandingan setelah insiden di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak.
Di tengah situasi ini, keputusan John Herdman untuk tetap mengandalkan Ole Romeny sebagai ujung tombak menjadi krusial. Meskipun ada perdebatan mengenai opsi striker lain, termasuk potensi naturalisasi pemain seperti Ciro Alves dan David da Silva, fokus utama saat ini adalah bagaimana Romeny dapat menerjemahkan performa impresifnya di timnas ke dalam gol-gol penting di FIFA Series 2026.