Johnny Jansen Soroti Inkonsistensi Bali United Usai Buang Keunggulan Tiga Gol

Author Image

Irfan

26 Februari 2026

bali united, johnny jansen, bri super league, psim yogyakarta, johnny

Performa di ajang 2025/2026 masih jauh dari kata stabil. Tim berjuluk Serdadu Tridatu ini terus berkutat di papan tengah klasemen, menempati posisi ke-11 dengan koleksi 29 poin dari 22 pertandingan yang telah dilakoni. Inkonsistensi menjadi sorotan utama, terutama setelah hasil imbang dramatis 3-3 melawan pada Senin, 23 Februari 2026, di mana Bali United sempat unggul tiga gol tanpa balas.

Tren Negatif dan Kekecewaan Pelatih

Hasil seri kontra PSIM Yogyakarta memperpanjang catatan tanpa kemenangan Bali United menjadi lima pertandingan terakhir di liga. Dalam periode tersebut, Serdadu Tridatu hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan tiga kekalahan. Pelatih kepala Bali United, , tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil di Stadion Sultan Agung, Bantul. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai “laga yang sangat ‘gila'” karena timnya gagal mempertahankan keunggulan signifikan.

“Kami banyak mendapat peluang dan berhasil menyarangkan 3 gol, tetapi lawan bisa samakan skor,” ujar Jansen, dikutip dari laman klub. Pelatih asal Belanda yang mulai menukangi Bali United sejak Mei 2025 ini menambahkan, “Saya sangat kecewa atas hasil ini dan kami harus kembali memperbaiki yang menjadi kekurangan di laga ini.” Drama di laga tersebut semakin diperparah dengan kartu merah yang diterima bek Joao Ferrari serta gol bunuh diri Ricky Fajrin, yang turut berkontribusi pada hilangnya keunggulan. Gol-gol Bali United dicetak oleh Thijmen Goppel pada menit ke-23, Tim Receveur di menit 45+3, dan Irfan Jaya pada menit ke-55.

Kontras Performa Kandang dan Tandang

Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara performa Bali United saat bermain di kandang dan tandang. Serdadu Tridatu tercatat sebagai tim paling produktif di laga tandang musim ini, dengan membukukan 23 gol dari 11 pertandingan. Catatan ini bahkan melampaui tim-tim papan atas seperti Persija Jakarta (19 gol tandang) dan Borneo FC (18 gol tandang). Dari 11 laga tandang, Bali United berhasil meraih 5 kemenangan, 3 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan, menempatkan mereka sebagai tim dengan rekor tandang terbaik ketiga di liga.

Namun, keperkasaan di luar kandang berbanding terbalik dengan hasil di markas sendiri, Stadion Kapten I Wayan Dipta. Dari 11 pertandingan kandang, Bali United hanya mampu mengamankan 2 kemenangan, 5 hasil imbang, dan menelan 4 kekalahan. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Johnny Jansen dan staf pelatih untuk memaksimalkan dukungan suporter di kandang.

Statistik Menarik dan Tantangan ke Depan

Meskipun inkonsisten dalam perolehan poin, Bali United menunjukkan statistik ofensif yang patut dicermati. Mereka menjadi tim pertama yang mencatatkan lebih dari 800 sentuhan di dalam kotak penalti lawan (total 804 sentuhan) dan berhasil melakukan 300 operan sukses ke kotak penalti lawan hingga pekan ke-22. Angka-angka ini menunjukkan potensi serangan yang besar, namun belum diimbangi dengan efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi kemenangan, terutama di laga kandang.

Dengan posisi saat ini di papan tengah, Bali United terus berusaha memperbaiki peringkatnya di klasemen. Serdadu Tridatu akan menghadapi Persijap Jepara dalam laga kandang berikutnya pada 28 Februari 2026. Pertandingan ini menjadi kesempatan krusial bagi Serdadu Tridatu untuk memutus tren negatif dan kembali ke jalur kemenangan di hadapan pendukung sendiri.