Pelatih Al Nassr, Jorge Jesus, secara terbuka mengakui adanya disparitas kekuatan finansial antara klubnya dengan rival abadi, Al Hilal, dalam perburuan gelar Liga Pro Saudi musim 2025/2026. Pernyataan ini muncul di tengah persaingan ketat di papan atas klasemen, di mana Al Nassr terus menempel ketat Al Hilal.
Jesus, yang kini menukangi Al Nassr setelah sebelumnya dua kali melatih Al Hilal, memberikan pandangannya berdasarkan pengalaman langsungnya di kedua klub. Ia menegaskan bahwa Al Hilal memiliki sumber daya ekonomi yang lebih besar, sebuah keuntungan yang pernah ia rasakan saat berada di sana.
Jorge Jesus Soroti Kesenjangan Finansial
Dalam sebuah konferensi pers pada 17 Februari 2026, setelah kemenangan Al Nassr 2-0 atas Al Fateh, Jorge Jesus mengungkapkan, “Saya sudah pernah berada di Al Hilal. Saya pernah berada di sisi lain, jadi saya tahu bagaimana rasanya. Saya sudah merasakan manfaatnya. Mereka memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar. Saat saya di sana, saya mendapat manfaat sebagai pelatih. Itu wajar. Al-Nassr, dengan sumber daya yang berbeda, harus bersaing untuk posisi teratas. Kita harus terus menjadi kuat.”
Komentar ini sejalan dengan laporan yang menyebutkan bahwa bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, sempat absen dalam dua pertandingan liga sebelumnya karena ketidakpuasan terhadap kurangnya investasi klub di bursa transfer musim dingin. Situasi ini diperparah dengan langkah Al Hilal yang agresif di pasar transfer, termasuk mendatangkan Karim Benzema dari Al Ittihad pada Januari lalu.
Misi Jorge Jesus di Al Nassr
Meski menghadapi tantangan finansial, Jorge Jesus menegaskan misi utamanya di Al Nassr adalah untuk memperkecil jarak dengan Al Hilal, baik dari segi poin maupun gelar juara. “Itulah mengapa saya dipekerjakan, untuk mengurangi kesenjangan antara Al Hilal dan Al Nassr, dalam hal gelar dan poin. Dan itulah yang sedang kita lakukan. Kami sangat percaya pada struktur Al Nassr, struktur yang, sedikit demi sedikit, semakin mampu menyeimbangkan tim,” ujarnya.
Pelatih berusia 71 tahun itu juga menyoroti peningkatan performa Al Nassr musim ini. “Kami berada dalam persaingan gelar, kami hanya tertinggal satu poin dari pemimpin klasemen, sesuatu yang sebelumnya belum mampu dilakukan Al Nassr. Dalam beberapa tahun terakhir, Al Nassr selalu tertinggal 16 atau 14 poin dari pemuncak klasemen. Tahun ini kami tidak ingin hal itu terjadi, meskipun saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti,” kata Jesus, menunjukkan optimisme timnya.
Persaingan Ketat di Puncak Klasemen
Hingga 22 Februari 2026, Al Hilal memang memimpin klasemen Liga Pro Saudi dengan 55 poin dari 21 pertandingan, sementara Al Nassr berada di posisi kedua dengan 53 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Al Hilal menunjukkan dominasi dengan rekor tak terkalahkan terpanjang 21 pertandingan dan 13 kemenangan beruntun.
Pertemuan terakhir kedua tim pada 12 Januari 2026 di Kingdom Arena berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Al Hilal. Dalam laga tersebut, Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol untuk Al Nassr, namun gol dari Salem Al-Dawsari, Mohamed Kanno, dan penalti Ruben Neves memastikan kemenangan Al Hilal.
Cristiano Ronaldo sendiri masih menjadi mesin gol utama Al Nassr, dengan torehan 18 gol dari 19 penampilan di Liga Pro Saudi musim 2025/2026. Namun, Al Hilal di bawah asuhan Simone Inzaghi, yang ditunjuk pada Juni 2025, memiliki kedalaman skuad yang mumpuni dengan nama-nama seperti Darwin Núñez, Karim Benzema, Ruben Neves, dan Sergej Milinković-Savić.
Meskipun demikian, Al Nassr, dengan Ronaldo sebagai ujung tombak dan dukungan pemain seperti Sadio Mane, Marcelo Brozovic, serta João Félix, bertekad untuk terus memberikan perlawanan sengit hingga akhir musim.