Manajer Al-Nassr, Jorge Jesus, secara terbuka mengakui adanya ketimpangan kekuatan finansial antara klubnya dan rival utama di Liga Pro Saudi, Al-Hilal. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik setelah bintang utama Al-Nassr, Cristiano Ronaldo, sempat melakukan aksi protes terkait dugaan perbedaan dukungan dana dari Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.
Jesus, yang kini menukangi Al-Nassr sejak Juli 2025, memiliki pengalaman melatih di kedua klub raksasa Saudi tersebut. Ia pernah dua kali memimpin Al-Hilal, yakni pada periode 2018-2019 dan Juli 2023 hingga Mei 2025. Pengalaman ini memberinya perspektif unik mengenai perbedaan sumber daya yang dimiliki kedua tim.
Ronaldo Protes, Jesus Memahami
Ketegangan mencuat ketika Cristiano Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, absen dalam dua hingga tiga pertandingan Liga Pro Saudi sebagai bentuk ketidakpuasan. Protes tersebut diduga dipicu oleh keputusan Al-Hilal mendatangkan Karim Benzema dari Al-Ittihad pada Januari lalu, yang memperkuat persepsi adanya dukungan finansial lebih besar untuk Al-Hilal.
Jorge Jesus menyatakan bahwa ia memahami frustrasi yang dirasakan Ronaldo. “Saya sudah pernah berada di Al Hilal. Saya pernah berada di sisi lain, jadi saya tahu bagaimana rasanya. Saya sudah merasakan manfaatnya. Mereka memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar,” ujar Jesus, seperti dikutip dari berbagai sumber. Ia menambahkan, “Ketika saya di sana, saya mendapat manfaat sebagai pelatih. Itu hal yang wajar. Al-Nassr, dengan sumber daya yang berbeda, harus bersaing untuk posisi teratas. Kita harus terus menjadi kuat.”
Ronaldo sendiri telah kembali memperkuat skuad Al-Nassr dalam kemenangan 2-0 atas Al-Fateh pada Sabtu, 14 Februari 2026, di mana ia turut menyumbangkan satu gol. Kemenangan ini krusial untuk menjaga asa Al-Nassr di jalur perebutan gelar.
Misi Jesus: Pangkas Kesenjangan
Meskipun mengakui ketimpangan finansial, Jesus menegaskan misi utamanya di Al-Nassr adalah untuk memangkas dominasi Al-Hilal. “Itulah mengapa saya dipekerjakan, untuk mengurangi kesenjangan antara Al Hilal dan Al Nassr, dalam hal gelar dan poin. Dan itulah yang sedang kita lakukan,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Data menunjukkan perbedaan investasi transfer yang signifikan. Sejak kedatangan Ronaldo pada tahun 2023, Al-Hilal dilaporkan telah menginvestasikan sekitar 647 juta euro untuk pembelian pemain, sementara Al-Nassr menghabiskan sekitar 410 juta euro. Meskipun demikian, Jesus optimistis dengan struktur Al-Nassr. “Kami sangat percaya pada struktur Al Nassr, struktur yang, sedikit demi sedikit, semakin mampu menyeimbangkan tim,” tambahnya.
Persaingan Ketat di Puncak Klasemen
Hingga pertengahan Februari 2026, persaingan di papan atas Liga Pro Saudi sangat ketat. Al-Hilal memimpin klasemen dengan 53 poin, hanya unggul satu poin dari Al-Nassr yang menguntit di posisi kedua dengan 52 poin dari 21 pertandingan. Ini menandai perubahan signifikan dari musim-musim sebelumnya, di mana Al-Nassr seringkali tertinggal jauh, sekitar 14 hingga 16 poin dari pemuncak klasemen.
Al-Nassr menunjukkan performa impresif dengan meraih enam kemenangan beruntun di liga setelah sempat mengalami empat pertandingan tanpa kemenangan. Namun, dalam pertemuan terakhir kedua tim di Liga Pro Saudi pada 12 Januari 2026, Al-Nassr harus mengakui keunggulan Al-Hilal dengan skor 3-1, meskipun Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin akan sangat berharga dalam menentukan juara Liga Pro Saudi musim 2025/2026. Jorge Jesus yakin Al-Nassr memiliki kapasitas untuk bersaing hingga akhir musim.