Musim MotoGP 2026 segera bergulir, dan sorotan tajam tertuju pada Marc Marquez yang kini membalap bersama tim pabrikan Ducati Lenovo. Setelah sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2025, pembalap berjuluk The Baby Alien ini diprediksi kuat akan kembali menjadi kandidat utama peraih takhta juara. Bahkan, legenda balap MotoGP, Jorge Lorenzo, secara terang-terangan menempatkan Marquez sebagai favorit dengan probabilitas kemenangan mencapai 75 persen.
Lorenzo, yang kini menjadi pendamping Maverick Vinales, melihat kombinasi mentalitas juara Marquez dan dukungan teknis dari Ducati sebagai faktor kunci. Ia menilai Marquez kini lebih memahami batas dirinya, memilih untuk mengerahkan 99 persen kemampuannya daripada memaksakan hingga 110 persen, sebuah pendekatan yang terbukti efektif.
Persiapan Matang di Pramusim dan Ambisi Gelar Kedelapan
Marc Marquez tiba di musim 2026 dengan status juara bertahan, sebuah pencapaian yang menempatkannya sejajar dengan Valentino Rossi dengan tujuh gelar juara dunia di kelas utama. Ambisi Marquez kini adalah melampaui rekor Rossi dan menyamai Giacomo Agostini sebagai peraih gelar terbanyak.
Meskipun sempat mengalami cedera bahu pada Grand Prix Indonesia Oktober 2025 yang memaksanya absen di akhir musim, Marquez menunjukkan performa impresif dalam tes pramusim di Sirkuit Sepang pada awal Februari 2026. Ia berhasil menempati posisi keempat secara keseluruhan dan bahkan menjadi yang tercepat pada hari pertama pengujian. Mantan pembalap MotoGP, Nobuatsu Aoki, memuji sikap tenang dan profesional Marquez selama tes, menilai bahwa ia telah kembali menemukan ritme terbaiknya dan sangat menikmati setiap tahapan persiapan.
Ducati sendiri meluncurkan motor Desmosedici GP26 dengan livery terinspirasi retro yang menampilkan garis putih dan warna merah yang lebih gelap, sebagai perayaan ulang tahun ke-100 perusahaan. Tim pabrikan asal Borgo Panigale ini diperkirakan akan tetap menjadi tolok ukur di MotoGP, dengan fokus pada penyempurnaan kecil daripada perubahan revolusioner pada motor GP26.
Teka-teki Kontrak dan Rivalitas Sengit
Di balik persiapan musim yang matang, masa depan kontrak Marc Marquez dengan Ducati masih menjadi topik hangat. Meskipun Ducati telah mencapai kesepakatan dengan Marquez hingga 2026, negosiasi untuk perpanjangan kontrak setelah itu dikabarkan lebih rumit. Marquez disebut menginginkan skema kontrak “1+1” (satu tahun dengan opsi perpanjangan), berbeda dengan keinginan Ducati untuk kontrak dua tahun penuh. Rumor juga beredar bahwa Honda telah mengajukan tawaran fantastis untuk memulangkan Marquez.
Musim 2026 diprediksi akan menyajikan rivalitas sengit. Selain Marc Marquez, beberapa nama seperti Pedro Acosta dan Maverick Vinales disebut Jorge Lorenzo sebagai pesaing kuat, dengan KTM berpotensi memberikan tekanan pada dominasi Ducati. Nobuatsu Aoki bahkan memprediksi duel perebutan gelar antara kakak beradik Marc dan Alex Marquez, mengingat Alex finis sebagai runner-up di MotoGP 2025 dan kini mendapatkan motor GP26 spesifikasi pabrikan. Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, juga diharapkan menunjukkan reaksi kuat setelah musim 2025 yang kurang memuaskan, di mana ia finis di peringkat kelima klasemen akhir.
Seri pembuka MotoGP 2026 akan dimulai pada 1 Maret di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand. Tes pramusim terakhir juga sedang berlangsung di sirkuit yang sama pada 21-22 Februari 2026, menjadi kesempatan krusial bagi para pembalap untuk mematangkan setelan motor sebelum balapan resmi dimulai.