Juanma Moreno Soroti Andalusia sebagai ‘Referen’, Peringatkan Polarisasi di Tengah Haru Tragedi Adamuz

Presiden Junta de Andalucía, , pada Sabtu, 28 Februari 2026, menegaskan posisi sebagai wilayah ‘referen’ di Spanyol. Dalam pidato institusionalnya yang penuh emosi pada peringatan , Moreno menyerukan perlindungan terhadap wilayah tersebut dari “ dan amarah harian” (“polarización y el berrinche diario“).

Pidato yang disampaikan di Teatro de la Maestranza, Sevilla, tersebut diselimuti suasana haru ketika Moreno tak kuasa menahan tangis saat mengenang tragedi kecelakaan kereta api Adamuz di Córdoba pada 18 Januari 2026, yang menewaskan 46 orang. Ia harus beberapa kali menghentikan pidatonya karena emosi yang meluap, menjanjikan keadilan bagi para korban.

Komitmen Moreno dan Nilai-nilai Andalusia

Di hadapan para hadirin, Moreno menegaskan komitmen pemerintahannya untuk “mencapai kebenaran agar Anda mengetahui kebenaran dengan martabat dan rasa hormat yang layak Anda dapatkan” dan berjanji, “kami tidak akan pernah meninggalkan Anda sendirian.” Ia menekankan bahwa Andalusia adalah “tanah empati, solidaritas, dan kerukunan,” serta menegaskan, “jangan pernah ada yang berharap kami menggunakan penderitaan rakyat kami untuk memecah belah atau mencari keuntungan.”

Moreno juga menyoroti kemajuan signifikan Andalusia sebagai “Andalucía amable” atau Andalusia yang ramah, yang kini menjadi “revolusi kegembiraan” dan “revolusi solusi” bagi Spanyol. Ia mengklaim bahwa Andalusia telah menjadi mesin ekonomi, dengan peran yang semakin penting di Eropa, menjadi rujukan teknologi, kekuatan ekspor, dan pemimpin dalam penciptaan lapangan kerja.

Peringatan Terhadap Polarisasi dan Tantangan Masa Depan

Dalam pidatonya, Moreno secara tegas memperingatkan agar Andalusia tidak “menjadi gelap, pahit, dan tidak ramah.” Ia mendesak masyarakat untuk “menjauhi mereka yang sepanjang hari marah, seolah mencari pertengkaran,” yang menurutnya tidak sejalan dengan semangat mayoritas Andalusia yang ramah dan tanpa rasa takut.

Presiden Andalusia juga mengakui adanya tantangan yang dihadapi kaum muda, seperti masalah perumahan, pekerjaan, dan kesejahteraan emosional. Ia memastikan pemerintahannya berupaya keras mencari solusi untuk masa depan mereka.

Peringatan Hari Andalusia pada 28 Februari merupakan momen penting yang merujuk pada referendum tahun 1980, ketika warga menyetujui status otonomi wilayah mereka. Pada hari libur ini, sekolah dan kantor diliburkan, dan masyarakat merayakannya dengan menghias balkon rumah dengan bendera hijau-putih, serta berkumpul untuk menikmati pesta rakyat dengan musik dan tarian tradisional.

Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh menerima penghargaan “Hijo Predilecto” (Putra/Putri Kesayangan) dan “Medallas de Andalucía”, termasuk penyanyi Manuel Carrasco, aktris Paz Vega, kota Adamuz, jurnalis Sandra Golpe, dan pesepak bola Olga Carmona. Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Pemerintah dan Menteri Keuangan Spanyol, María Jesús Montero, tidak hadir dalam upacara penghargaan tersebut, meskipun ia sempat hadir dalam sidang pleno institusional Parlemen Andalusia.