Kabar mengejutkan datang dari Anfield. Bintang penyerang Mohamed Salah dipastikan akan mengakhiri kiprahnya bersama Liverpool pada akhir musim 2025/2026. Pengumuman ini, yang disampaikan langsung oleh Salah dan dikonfirmasi klub pada 24 Maret 2026, menandai berakhirnya sebuah era gemilang bagi The Reds. Menanggapi perpisahan ini, mantan manajer Liverpool, Jürgen Klopp, yang kini menjabat sebagai kepala sepak bola global di Red Bull, kembali menegaskan keyakinannya bahwa Salah adalah sosok yang “tak tergantikan” dan menggambarkan kariernya di Anfield sebagai “film indah dengan akhir bahagia”.
Keputusan Salah untuk meninggalkan Liverpool datang melalui kesepakatan bersama, meskipun kontraknya sejatinya masih tersisa 12 bulan hingga musim panas 2027. Kepergiannya sebagai agen bebas memungkinkan sang pemain untuk mencari tantangan baru tanpa biaya transfer. Dalam pesan perpisahannya yang emosional melalui media sosial, Salah mengungkapkan perasaannya. “Sayangnya hari itu telah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Saya tidak pernah membayangkan betapa dalamnya klub ini, kota ini, orang-orang ini akan menjadi bagian dari hidup saya. Liverpool bukan hanya klub sepak bola. Ini adalah gairah. Ini adalah sejarah. Ini adalah semangat yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata kepada siapa pun yang bukan bagian dari klub ini. Klub ini akan selalu menjadi rumah bagi saya dan keluarga saya. Terima kasih untuk segalanya. Karena kalian semua, saya tidak akan pernah berjalan sendirian.”
Klopp: “Pemain Jenis Ini Tak Tergantikan”
Pernyataan Klopp mengenai Salah bukan hal baru, namun kembali disuarakan setelah pengumuman perpisahan sang bintang. Klopp, yang meninggalkan Liverpool pada musim panas 2024, sangat mengenal kontribusi Salah sejak memboyongnya dari AS Roma pada Juni 2017 dengan biaya awal £34 juta. Ia secara spesifik menyoroti keunikan pemain asal Mesir tersebut. “Pemain jenis ini tak tergantikan,” kata Klopp. “Saya tidak yakin ada pemain lain yang seperti itu. Ada pemain lain yang bermain di posisi sayap itu dengan kekuatan dan kualitas berbeda, tetapi angka-angka yang dihasilkan Mo—itu tak tertandingi dari posisi tersebut. Angka-angka untuk seorang sayap itu konyol. Untuk seorang striker, itu juga tak tertandingi. Jadi, jika itu tidak mungkin, mengapa Anda harus mencoba?”
Klopp juga merefleksikan perjalanannya bersama Salah, yang diwarnai dengan berbagai pencapaian. “Itu adalah kegembiraan, tantangan, itu adalah kerja keras dari kedua belah pihak, itu adalah hasil yang luar biasa, itu hampir segalanya,” ungkapnya. Ia berharap para penggemar dapat menikmati sisa pertandingan Salah dan bersyukur telah menjadi bagian dari salah satu karier paling luar biasa yang pernah ada.
Warisan Abadi Sang Raja Mesir
Selama sembilan tahun di Anfield, Mohamed Salah telah mengukir namanya dalam sejarah Liverpool. Ia mencetak 255 gol dalam 435 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa klub, di belakang Ian Rush dan Roger Hunt. Di Liga Primer, Salah mencatatkan 189 gol dan 92 assist, dengan total 281 keterlibatan gol, menjadikannya pemain dengan keterlibatan gol terbanyak untuk satu klub di kompetisi tersebut. Koleksi trofinya bersama Liverpool pun tak kalah mentereng, termasuk dua gelar Liga Primer, satu Liga Champions UEFA, satu Piala FA, dua Piala Liga Inggris, satu Community Shield, satu Piala Super UEFA, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA.
Meskipun musim 2025/2026 menjadi musim yang lebih sulit baginya, dengan catatan 5 gol dan 6 assist dalam 22 penampilan Liga Primer, warisan Salah sebagai legenda Liverpool tidak terbantahkan. Bahkan, ia sempat mengalami perselisihan publik dengan manajer Liverpool saat ini, Arne Slot, yang mungkin sedikit menodai citranya di mata sebagian penggemar.
Mengenai destinasi berikutnya, agen Salah, Ramy Abbas Issa, telah memperingatkan agar berhati-hati terhadap spekulasi. “Kami tidak tahu di mana Mohamed akan bermain musim depan. Ini juga berarti tidak ada orang lain yang tahu,” tegas Abbas. Namun, Liga Pro Saudi disebut-sebut sebagai tujuan paling mungkin, dengan klub-klub seperti Al-Ittihad, Al-Nassr, dan Al-Hilal menunjukkan minat. Liga MLS di Amerika Serikat juga menjadi opsi, sementara beberapa klub top Eropa seperti Galatasaray dan Inter Milan juga dikaitkan. Namun, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mungkin memengaruhi kepindahan langsung ke Arab Saudi.
Kepergian Mohamed Salah akan meninggalkan lubang besar di skuad Liverpool. Namun, seperti yang diungkapkan Klopp, warisan dan dampak yang ditinggalkan Salah akan tetap abadi, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah mengenakan seragam merah Liverpool.