Mantan manajer legendaris Liverpool, Jurgen Klopp, kembali menarik perhatian publik dengan pernyataan humorisnya mengenai potensi pencopotan gelar Premier League milik Manchester City. Klopp, yang kini menjabat sebagai kepala sepak bola global Red Bull, menegaskan kembali janjinya untuk menggelar pesta besar di Mallorca dan mentraktir bir bagi siapa saja yang ingin bergabung, seandainya The Citizens terbukti bersalah atas 115 dakwaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) yang masih bergulir.
Pernyataan ini pertama kali dilontarkan Klopp saat ia masih menukangi Liverpool, namun kembali diungkapkannya pada Januari 2025, setelah ia resmi meninggalkan Anfield pada akhir musim 2023-2024. “Kami sudah membahas ini ketika saya pergi,” ujar Klopp. “Jika itu terjadi, saya sudah bilang kepada semua orang yang ingin datang: ‘Pesan saja penerbangan ke Mallorca. Saya yang akan bayar birnya!’ Kami akan mengadakan parade sendiri di taman saya.”
Kasus FFP Manchester City Masih Menggantung
Hingga awal Maret 2026, nasib Manchester City terkait 115 dakwaan pelanggaran FFP dari Premier League masih belum menemui titik terang. Dakwaan tersebut mencakup periode antara tahun 2009 hingga 2018, dengan tuduhan terkait pelaporan pendapatan, deklarasi sponsor, dan kerja sama dalam investigasi liga. Sidang komisi independen yang dimulai pada September 2024 dan berakhir pada Desember 2024 belum juga menghasilkan putusan akhir.
Para ahli hukum memperkirakan bahwa kompleksitas kasus, banyaknya bukti (sekitar 500.000 dokumen), serta kemungkinan banding dari kedua belah pihak, dapat memperpanjang proses ini secara signifikan. Spekulasi mengenai sanksi yang mungkin diterima Manchester City bervariasi, mulai dari denda besar, pengurangan poin (bahkan hingga 40-60 poin), degradasi, hingga pencopotan gelar juara Premier League yang telah mereka raih. Manchester City sendiri secara konsisten membantah semua tuduhan dan menyatakan memiliki bukti kuat untuk membersihkan nama mereka.
Liverpool di Era Pasca-Klopp
Di bawah kepemimpinan Jurgen Klopp, Liverpool pernah dua kali finis sebagai runner-up Premier League di belakang Manchester City, yakni pada musim 2018-2019 dan 2021-2022. Namun, setelah kepergian Klopp, Liverpool justru berhasil meraih gelar Premier League ke-20 mereka pada musim 2024-2025 di bawah asuhan pelatih baru, Arne Slot. The Reds mengakhiri musim tersebut dengan 84 poin, mengukuhkan dominasi mereka di liga.
Memasuki musim 2025-2026, Liverpool yang masih dilatih Arne Slot, saat ini berada di posisi keenam klasemen Premier League dengan 48 poin per 1 Maret 2026. Mereka juga masih berkompetisi di babak 16 besar Liga Champions dan babak kelima Piala FA. Meskipun Liverpool telah meraih kejayaan liga pasca-Klopp, janji pesta di Mallorca dari sang mantan pelatih tetap menjadi pengingat akan persaingan sengit dan kontroversi yang melingkupi era kepelatihannya di Inggris.