COLOMBO – Perjalanan Sri Lanka sebagai salah satu tuan rumah di ajang Piala Dunia T20 ICC 2026 harus berakhir dengan kekecewaan. Dalam pertandingan terakhir mereka di fase grup yang berlangsung di Stadion R. Premadasa, Colombo, Sabtu (28/2/2026), tim berjuluk The Lions tersebut takluk di tangan Pakistan. Kekalahan ini secara resmi mengakhiri kiprah Sri Lanka di turnamen yang mereka selenggarakan bersama India.
Kapten Sri Lanka memenangkan undian koin dan memilih untuk memukul bola terlebih dahulu, sebuah keputusan yang diharapkan dapat memberikan keuntungan bermain di kandang. Namun, strategi tersebut tidak membuahkan hasil manis. Pakistan, yang tampil solid, berhasil mencetak total 168/6 dalam 20 over. Kontribusi signifikan datang dari Babar Azam yang memimpin lini serang dengan 65 run dari 48 bola, didukung oleh Mohammad Rizwan dengan 35 run.
Menanggapi target yang cukup menantang, Sri Lanka kesulitan menemukan ritme. Meskipun beberapa pemain menunjukkan perlawanan, tekanan dari bowling Pakistan yang disiplin terbukti terlalu berat. Wanindu Hasaranga mencoba memberikan harapan dengan 40 run cepat di akhir innings, namun upaya tersebut tidak cukup untuk mengejar target. Sri Lanka akhirnya hanya mampu mencapai 150/8 dalam 20 over, menyerah dengan selisih 18 run.
Kekecewaan di Kandang Sendiri
Kekalahan ini menjadi penutup yang pahit bagi Sri Lanka di hadapan para pendukungnya. Stadion R. Premadasa, yang memiliki kapasitas 35.000 penonton dan dikenal sebagai “Rumah Kriket Sri Lanka”, justru seringkali tidak ramah bagi tim tuan rumah. Statistik menunjukkan bahwa Sri Lanka telah kalah dalam 9 dari 10 pertandingan yang dimainkan di lapangan ini, menjadikannya salah satu “lapangan kandang terburuk” bagi mereka.
Piala Dunia T20 2026, yang berlangsung dari 7 Februari hingga 8 Maret, mempertemukan 20 tim dalam 55 pertandingan di delapan venue, lima di India dan tiga di Sri Lanka. Turnamen ini mengadopsi format tiga fase: babak grup, Super 8, dan fase gugur. Sayangnya, Sri Lanka, yang pernah menjadi juara pada 2014 dan dua kali menjadi runner-up (2009, 2012), tidak mampu mengulang kejayaan tersebut di edisi kali ini.
Implikasi bagi Kedua Tim
Bagi Pakistan, kemenangan ini sangat penting untuk menjaga asa mereka melaju ke babak selanjutnya. Meskipun performa T20 mereka sempat menurun sejak Piala Dunia 2022, kemenangan atas tuan rumah ini bisa menjadi momentum kebangkitan. Pakistan sendiri merupakan juara Piala Dunia T20 edisi 2009.
Sementara itu, Sri Lanka harus menerima kenyataan pahit tersingkir di babak grup. Sebagai salah satu negara co-host, harapan publik tentu sangat tinggi. Namun, inkonsistensi performa dan tekanan bermain di kandang sendiri tampaknya menjadi faktor yang sulit diatasi. “Kami telah memberikan segalanya, namun hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar kapten Sri Lanka dalam konferensi pers pasca-pertandingan, “Kami berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan tiada henti mereka.”