SERANG – Sebuah kapal nelayan tradisional dilaporkan terbalik di perairan Karangantu, Kota Serang, Banten, pada Jumat (23/1/2026) pagi. Insiden yang disebabkan oleh hantaman ombak besar ini mengakibatkan satu dari tiga awak kapal meninggal dunia.
Menurut laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan untuk bersandar di Pelabuhan Karangantu setelah melakukan aktivitas melaut di sekitar Teluk Banten.
Saat hendak merapat, kapal dihantam ombak tinggi yang menyebabkan kapal terbalik. Dari tiga nelayan yang berada di atas kapal, dua orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan.
Pencarian Korban Hilang
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Jadi, di dalam kapal tradisional itu ada tiga nelayan. Dua orang selamat,” ujar Diat kepada wartawan, Jumat (23/1).
Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian intensif terhadap satu nelayan yang dilaporkan hilang, yang diidentifikasi bernama Wartono (35). Setelah berjam-jam melakukan pencarian, jasad Wartono akhirnya ditemukan pada Jumat sore, sekitar pukul 17.00 WIB.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa korban ditemukan oleh nelayan lain. “Korban ditemukan oleh nelayan dalam kondisi meninggal dunia, berjarak kurang lebih 1,78 nautical mile dari lokasi awal kejadian,” kata Rizky.
Evakuasi dan Penutupan Operasi SAR
Setelah ditemukan, jenazah Wartono segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Korban dibawa ke dermaga Pelabuhan Karangantu dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumah duka.
Operasi SAR secara resmi ditutup setelah tim gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi pada pukul 18.00 WIB. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem di laut bagi para nelayan.






