Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memberikan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Ipda Agus Riyanto, atas dedikasinya mendirikan dan mengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Maju Bersama. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Pangdam Jaya Deddy Suryadi beserta pejabat utama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Setibanya di lokasi, Irjen Asep Edi bersama Pangdam Jaya dan rombongan disambut hangat oleh warga masyarakat, termasuk wali murid dan para siswa TPA Maju Bersama. Makan siang bersama turut dihadiri oleh ketua RT/RW setempat serta sejumlah tokoh masyarakat.
Penyerahan penghargaan oleh Irjen Asep Edi kepada Ipda Agus Riyanto merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian anggota kepolisian yang senantiasa hadir dan melayani masyarakat. “Kunjungan Bapak Kapolda dan Pangdam itu memberikan semangat dan spirit ya kepada jajaran satuan kewilayahan, dalam hal ini itu Pak Bhabinkamtibmas. Dan ini memberikan apresiasi kepada Pak Bhabin dan seluruh warga masyarakat yang ada terlibat di dalam TPA Maju Bersama,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di lokasi.
Cikal Bakal TPA Maju Bersama
Sekolah TPA Maju Bersama telah berdiri selama enam tahun. Ipda Agus Riyanto menceritakan bahwa tujuan didirikannya sekolah ini adalah untuk memberikan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak dapat bersekolah secara formal, baik karena putus sekolah maupun tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali.
“Jadi, dengan adanya sekolah ini, mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang diakui dari dinas pendidikan. Dan nantinya ke depan mereka mendapatkan ijazah yang bisa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau mencari pekerjaan,” jelas Ipda Agus.
Ia menambahkan bahwa pembangunan dan pengelolaan TPA Maju Bersama mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga sekitar yang turut serta mengelola sekolah secara sukarela.
“Iya, untuk tempat, alat tulis, alat kebersihan, listrik, air, swadaya dari masyarakat, ini bisa kita optimalkan untuk proses belajar mengajar,” terangnya.
Kebutuhan Masyarakat dan Data Siswa
Ipda Agus menyadari betul kebutuhan masyarakat akan kehadiran TPA Maju Bersama, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
“Latar belakangnya yang pertama secara ekonomi mereka memang kurang beruntung. Yang kedua secara administratif mereka juga ada kendala-kendala tersendiri,” ungkap Agus.
Sejak berdiri enam tahun lalu, TPA Maju Bersama telah menampung banyak murid. Untuk tahun ini, tercatat ada total 120 anak yang belajar di sekolah tersebut. Rinciannya, 68 anak mengikuti TPA dan sekitar 61 anak terdaftar di sekolah paket atau PKBM.






