Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi bencana selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Arahan ini disampaikan untuk memastikan kelancaran dan keamanan masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca selama arus mudik Lebaran 2026 akan didominasi berawan hingga hujan lebat.
Kesiapsiagaan Satgas Bencana dan Modifikasi Cuaca
Dalam amanatnya, Jenderal Sigit meminta seluruh Satuan Tugas (Satgas) Bencana di pos-pos terpadu untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, baik dari sisi personel maupun kelengkapan sarana dan prasarana. Kesiapsiagaan ini krusial untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi darurat.
Upaya mitigasi juga telah dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca oleh BMKG dalam beberapa hari terakhir, yang bertujuan menekan risiko hujan ekstrem di jalur mudik dan arus balik. Meskipun operasi ini berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan.
Fokus Pengamanan di Jalur Mudik dan Tempat Wisata
Operasi Ketupat 2026, yang resmi digelar serentak selama 13 hari ke depan setelah Apel Gelar Pasukan pada Kamis, 12 Maret 2026, tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung aman. Kakorlantas Polri Irjen. Pol Agus Suryonugroho menyebutkan lima klaster utama pengamanan, meliputi jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan pelabuhan, simpul transportasi (terminal, bandara, stasiun), serta tempat ibadah dan destinasi wisata.
Kapolri secara khusus menyoroti aspek keselamatan di tempat wisata, terutama wisata air, yang diperkirakan akan dipadati masyarakat selama libur Lebaran. Ia meminta para pengelola wisata untuk memastikan kapasitas pengunjung tidak melebihi batas dan melengkapi sarana keselamatan yang memadai. “Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pastikan kapasitas sesuai dan alat penyelamat memadai,” ujar Sigit.
Imbauan untuk Pemudik dan Pengamanan Kamtibmas
Jenderal Sigit juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun silaturahmi untuk tetap berhati-hati di jalan. Pemudik diminta memanfaatkan rest area dan pos terpadu untuk beristirahat, serta tidak memaksakan diri demi cepat sampai tujuan. Diperkirakan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang, meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, Polri juga menugaskan jajarannya untuk memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), seperti premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok. Patroli rutin dengan melibatkan pengamanan swakarsa akan ditingkatkan di titik dan jam rawan. Pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta penyediaan fasilitas penitipan kendaraan juga menjadi bagian dari upaya pengamanan. Untuk mendukung pelayanan, layanan kepolisian 110 dioptimalkan guna menghadirkan respons yang cepat dan solutif bagi masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolri juga menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada tiga Polda yang sebelumnya terdampak bencana, menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung daerah yang membutuhkan.