Perjalanan hukum aktor peraih Oscar, Kevin Spacey, kembali menjadi sorotan utama dengan dimulainya persidangan gugatan asuransi bernilai fantastis, mencapai hingga 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun (kurs Rp15.500/USD). Kasus ini berpusat pada pemecatannya dari serial populer Netflix, ‘House of Cards‘, menyusul serangkaian tuduhan pelanggaran seksual pada tahun 2017.
Spacey, yang memerankan karakter utama Frank Underwood, dipecat oleh Media Rights Capital (MRC), studio di balik ‘House of Cards’, setelah aktor Anthony Rapp secara terbuka menuduhnya melakukan pelecehan seksual pada tahun 1986, saat Rapp masih berusia 14 tahun. Tuduhan ini memicu gelombang tuduhan serupa dari delapan kru ‘House of Cards’ lainnya, yang menggambarkan lingkungan kerja yang “beracun” di lokasi syuting.
Pemecatan Spacey memaksa MRC untuk menghentikan produksi musim keenam, menulis ulang naskah untuk menghilangkan karakternya, dan memangkas jumlah episode dari 13 menjadi 8. Akibatnya, MRC mengklaim mengalami kerugian puluhan juta dolar.
Gugatan Arbitrase dan Kewajiban Bayar Spacey
Pada November 2021, sebuah keputusan arbitrase memerintahkan Kevin Spacey dan perusahaan produksinya, M. Profitt Productions dan Trigger Street Productions, untuk membayar MRC lebih dari 30 juta dolar AS. Jumlah ini mencakup 29,5 juta dolar AS untuk ganti rugi, 1,2 juta dolar AS untuk biaya hukum, dan 235.000 dolar AS untuk biaya tambahan. Arbitrator menemukan bahwa Spacey melanggar tuntutan kontraknya untuk perilaku profesional dengan “melakukan tindakan tertentu sehubungan dengan beberapa anggota kru di setiap lima musim ia membintangi dan menjadi produser eksekutif House of Cards.”
Keputusan ini kemudian dikuatkan oleh Hakim Mel Red Recana dari Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Agustus 2022, menjadikannya berkekuatan hukum. Namun, pada awal 2024, Spacey mencapai kesepakatan dengan MRC yang secara drastis mengurangi utangnya dari sekitar 36 juta dolar AS (termasuk bunga) menjadi hanya 1 juta dolar AS.
Kesepakatan Baru dan Peran Spacey dalam Gugatan Asuransi
Sebagai imbalan atas pengurangan utang tersebut, Spacey setuju untuk membantu MRC dalam gugatan terpisah terhadap perusahaan asuransinya, Fireman’s Fund Insurance dan Lloyd’s of London. Dalam gugatan ini, MRC berupaya memulihkan kerugian hingga 150 juta dolar AS, ditambah ganti rugi punitif, dengan argumen bahwa “kecanduan seks” Spacey memenuhi syarat sebagai “penyakit yang ditanggung” berdasarkan polis asuransi produksi mereka.
Persidangan asuransi, yang dimulai sekitar Januari 2026 dan diperkirakan berlangsung selama enam minggu, akan menjadi panggung bagi kesaksian Spacey. Ia diharapkan akan menyatakan bahwa ia secara mental tidak fit atau memiliki pikiran untuk bunuh diri dan tidak dapat kembali ke lokasi syuting, sebuah narasi yang kontras dengan fokus sebelumnya pada pelanggaran perilaku sebagai alasan utama kepergiannya.
Perjalanan Hukum Lainnya
Selain kasus ‘House of Cards’, Kevin Spacey juga menghadapi berbagai tuntutan hukum lainnya:
- Gugatan Anthony Rapp (AS): Pada Oktober 2022, juri di New York memutuskan Spacey tidak bertanggung jawab dalam gugatan perdata pelecehan seksual yang diajukan oleh Anthony Rapp.
- Tuduhan Kriminal Inggris (Dibebaskan 2023): Pada Juli 2023, Spacey dibebaskan oleh juri di Inggris dari sembilan tuduhan pelecehan seksual kriminal yang melibatkan empat pria.
- Gugatan Perdata Inggris (Oktober 2026): Spacey saat ini menghadapi tiga gugatan perdata pelecehan seksual di Pengadilan Tinggi London, dengan persidangan dijadwalkan pada Oktober 2026.
Meskipun beberapa kasus telah berakhir dengan pembebasan, karier Spacey terhenti secara drastis sejak 2017. Ia menggambarkan situasi keuangan dan profesionalnya sebagai suram, hidup di hotel atau akomodasi jangka pendek, dan berjuang untuk membangun kembali kariernya, membandingkannya dengan “daftar hitam Hollywood.”