Intuit Dome di Inglewood, California, menjadi saksi bisu drama menegangkan dalam lanjutan NBA pada Kamis malam, 19 Februari 2026, waktu setempat. Los Angeles Clippers berhasil menundukkan Denver Nuggets dengan skor tipis 115-114, menyusul kegagalan krusial Jamal Murray dalam eksekusi free throw di detik-detik terakhir pertandingan. Respons santai dari bintang Clippers, Kawhi Leonard, pasca-laga pun sontak menjadi sorotan.
Dengan waktu tersisa hanya 0,9 detik dan timnya tertinggal satu angka, guard andalan Nuggets, Jamal Murray, mendapatkan kesempatan emas dari garis lemparan bebas setelah dilanggar saat mencoba tembakan tiga angka. Ia berhasil memasukkan dua free throw pertamanya, namun tembakan ketiga yang bisa memaksakan babak tambahan justru meleset. Bola memantul keluar ring, mengunci kemenangan dramatis bagi Clippers.
Reaksi Dingin Kawhi Leonard
Seperti yang sudah menjadi ciri khasnya, Kawhi Leonard dikenal sebagai pemain yang jarang menunjukkan emosi berlebihan di lapangan. Dalam wawancara pasca-pertandingan, ketika ditanya apa yang ada di benaknya saat Murray mengambil lemparan bebas penentu itu, Leonard memberikan jawaban yang lugas dan jujur.
“Apa yang ada di benak saya? Uh, saya hanya berharap dia akan meleset satu, sungguh, sial,” ujar Kawhi Leonard. “Maksud saya, kami unggul tiga poin, dia memasukkan dua yang pertama, jadi saya benar-benar hanya berharap dia meleset.”
Komentar ini menggambarkan mentalitas ‘The Klaw’ yang fokus pada hasil, terlepas dari tekanan di momen krusial.
Performa Gemilang Bennedict Mathurin dan ‘The Wall’
Kemenangan Clippers tidak lepas dari kontribusi luar biasa Bennedict Mathurin. Pemain yang baru didatangkan melalui trade deadline ini tampil meledak dengan mencetak 38 poin, sebuah rekor tertinggi musim ini sekaligus menyamai rekor pribadinya, dalam debut kandangnya bersama Clippers. Mathurin juga menunjukkan ketenangan di garis free throw dengan akurasi 12 dari 13 percobaan.
Momen menarik lainnya terjadi ketika Mathurin terlihat berbicara dengan Murray di garis free throw sebelum tembakan penentu tersebut. Aksi ini memicu spekulasi bahwa Mathurin berhasil mengganggu konsentrasi Murray. Selain itu, ‘The Wall’, bagian tribun pendukung Clippers yang terkenal dengan suaranya yang membahana, juga disebut-sebut turut berperan dalam tekanan yang dirasakan Murray.
Nuggets Kesulitan di Momen Krusial
Bagi Denver Nuggets, kekalahan ini menambah daftar panjang kesulitan mereka dalam menutup pertandingan ketat musim ini. Tim asuhan Michael Malone tercatat melewatkan lima lemparan bebas di kuarter keempat. Bintang mereka, Nikola Jokic, meskipun mencetak 22 poin dan 17 rebound, tampil kurang efisien dengan 6 turnover. Jamal Murray sendiri mengakhiri laga dengan 20 poin, 8 rebound, dan 8 assist, namun hanya memasukkan 5 dari 15 tembakan dari lapangan. Ini bukan kali pertama Murray gagal di momen krusial, ia juga pernah melewatkan free throw penting dalam kekalahan melawan Detroit Pistons pada 27 Januari 2026.
Di sisi lain, Clippers menunjukkan tren positif dengan catatan 21 kemenangan dan 7 kekalahan sejak 20 Desember, menandakan kebangkitan signifikan dalam performa tim. Kawhi Leonard sendiri menyumbang 23 poin dalam kemenangan ini.