Kedatangan Paolo Vanoli sebagai pelatih kepala Fiorentina pada 7 November 2025 menandai titik balik krusial bagi klub berjuluk La Viola di kancah Serie A musim 2025/2026. Menggantikan Stefano Pioli yang dipecat setelah rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan, Vanoli mewarisi tim yang terpuruk di dasar klasemen, menempati posisi ke-20 dengan hanya mengumpulkan empat poin.
Situasi Fiorentina saat itu digambarkan sebagai yang terburuk dalam sejarah klub di kasta tertinggi Liga Italia, memicu kekhawatiran serius akan ancaman degradasi. Namun, di bawah arahan Vanoli, Fiorentina perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, mengubah narasi dari kepanikan bertahan hidup menjadi pemulihan yang menjanjikan.
Filosofi Vanoli dan Perubahan Mentalitas
Saat pertama kali diperkenalkan, Vanoli, yang sebelumnya melatih Torino, Venezia, dan Spartak Moscow, menegaskan pentingnya ‘mengatur ulang segalanya’ dan ‘melangkah selangkah demi selangkah’. Ia juga menekankan bahwa tidak ada waktu untuk merayakan, dengan fokus penuh pada pertandingan di depan. Filosofi ini tampaknya berhasil menanamkan semangat juang baru dalam skuad.
Vanoli mengakui bahwa timnya harus mengesampingkan kualitas individu untuk fokus pada ‘semangat juang’ demi meraih kemenangan. Pendekatan pragmatis ini terbukti efektif dalam menghadapi tekanan di Serie A.
Lima Kemenangan Penting di Serie A
Hingga 23 Februari 2026, Fiorentina di bawah Paolo Vanoli telah mencatatkan lima kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 12 kekalahan di Serie A, mengumpulkan 24 poin dan menempatkan mereka di posisi ke-16. Beberapa kemenangan krusial yang menyoroti perubahan positif ini antara lain:
- Pesta Gol atas Udinese: Kemenangan terbesar Fiorentina di Serie A musim ini terjadi pada 21 Desember 2025, saat mereka melibas Udinese dengan skor telak 5-1 di kandang. Hasil ini menjadi suntikan moral yang signifikan bagi tim.
- Titik Balik di Kandang Como: Sebuah kemenangan tandang yang penting diraih Fiorentina saat menundukkan Como 2-1. Gol pembuka dari Nicolò Fagioli dan penalti Moise Kean memastikan tiga poin vital, yang oleh Football Italia disebut sebagai kemenangan mengejutkan yang memberikan ‘oksigen nyata’ bagi upaya bertahan hidup mereka.
- Derby Penuh Gengsi Melawan Pisa: Kemenangan 1-0 dalam derbi melawan Pisa menjadi pernyataan penting lainnya. Moise Kean kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol, gol ketiganya di Serie A dalam tiga pertandingan, yang berhasil mengangkat Fiorentina keluar dari zona degradasi. Pertandingan ini menunjukkan performa babak pertama yang lebih terkontrol sebelum tim berhasil mengatasi tekanan di akhir laga.
Kemenangan-kemenangan ini, ditambah dengan hasil positif lainnya, telah membantu Fiorentina menjauh dari posisi buncit klasemen. Meskipun perjalanan masih panjang, Vanoli berhasil membawa stabilitas dan harapan di tengah musim yang penuh tantangan.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Selain di Serie A, Fiorentina juga berkompetisi di Coppa Italia dan Liga Konferensi Eropa. Perjalanan mereka di Liga Konferensi Eropa relatif lebih stabil dibandingkan liga domestik, meskipun belum sempurna. Vanoli dan timnya kini dihadapkan pada paruh kedua musim yang akan menguji apakah kebangkitan ini adalah lonjakan performa sesaat atau awal dari sebuah restrukturisasi yang dapat menyelamatkan musim mereka dan mengembalikan ekspektasi awal.
Dengan fokus pada disiplin dan mentalitas, seperti yang ditekankan Vanoli, Fiorentina berharap dapat terus memperbaiki posisi mereka di Serie A dan mencapai target yang lebih tinggi di kompetisi lainnya.