Kebangkitan Manchester United di Bawah Michael Carrick, Peluang Permanen Kian Terbuka

Author Image

Irfan

21 Februari 2026

michael carrick, manchester united, sir jim ratcliffe, premier league, ruben amorim

tengah menikmati periode kebangkitan signifikan di bawah arahan manajer interim . Sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada 13 Januari 2026, Carrick berhasil menorehkan catatan impresif dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan awalnya.

Penunjukan Carrick datang setelah manajemen Setan Merah mendepak pada 5 Januari 2026. Sebelumnya, Darren Fletcher sempat memimpin tim dalam dua laga sebagai pelatih sementara. Mantan gelandang legendaris United ini kembali ke Old Trafford setelah sebelumnya menjabat sebagai manajer Middlesbrough dari Oktober 2022 hingga Juni 2025.

Di bawah kepemimpinan Carrick, Manchester United menunjukkan performa yang menjanjikan, termasuk kemenangan penting atas rival sekota Manchester City, pemuncak klasemen Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Rentetan hasil positif ini tidak hanya mengembalikan semangat di Old Trafford, tetapi juga menempatkan United di posisi keempat klasemen Liga Primer, jalur menuju kualifikasi Liga Champions. Atas pencapaiannya, Carrick bahkan dinobatkan sebagai Manajer Terbaik untuk bulan Januari 2026.

Meski berstatus interim hingga akhir musim 2025/2026, Carrick tidak menyembunyikan ambisinya untuk mendapatkan peran permanen. Ia menyatakan sangat menikmati tanggung jawabnya dan siap memberikan kontribusi maksimal. “Saya sangat menikmatinya, saya mencintai apa yang saya lakukan. Saya beruntung. Saya merasa terhormat berada di posisi saya saat ini, tetapi bukan fakta bahwa saya percaya saya bisa melakukannya dan saya di sini untuk melakukannya… Saya tidak memutuskan berapa lama itu akan berlangsung, tetapi saya senang berada di sini dan selama saya di sini, saya akan memberikan semua yang saya bisa. Dan saya selalu merencanakan masa depan jangka panjang demi kepentingan klub sepak bola,” ujar Carrick. Ia juga menambahkan, “Saya sangat menyukai pekerjaan yang saya lakukan. Saya di sini dan saya merasa sangat nyaman, seperti di rumah sendiri, tetapi saya sepenuhnya memahami situasi saat ini sehingga saya tidak membiarkan diri saya terbawa emosi.”

Dukungan untuk Carrick pun datang dari berbagai pihak. Mantan rekan setimnya, Wayne Rooney, menilai Carrick pantas dipertimbangkan sebagai manajer permanen, menyoroti pengaruh menenangkan dan pemahamannya terhadap klub. “Kami sudah mencoba berbagai manajer seperti Jose Mourinho, Louis van Gaal, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim, dan bagi saya Carrick masuk akal,” ujar Rooney kepada The Overlap. “Bukan karena kami pernah bermain bersama dan berteman, tetapi karena dia memberi pengaruh menenangkan. Memiliki seseorang yang mengenal dan peduli pada klub membuat perbedaan besar. Michael mengelola seluruh skuad dan melakukannya dengan baik,” tambahnya.

Di balik layar, Sir Jim Ratcliffe, salah satu pemilik Manchester United yang mengawasi operasional olahraga sejak Februari 2024, terus melakukan restrukturisasi. Ratcliffe mengakui telah membuat keputusan-keputusan sulit, termasuk pemutusan hubungan kerja dan perubahan manajerial, yang kini mulai menunjukkan hasil positif. Namun, di bursa transfer Januari 2026, manajemen United memutuskan untuk tidak melakukan pembelian pemain besar, meminta Carrick untuk memaksimalkan skuad yang ada. Carrick bahkan dilaporkan menolak tawaran untuk melepas pemain seperti Harry Maguire, menunjukkan keyakinannya pada skuad saat ini.

Meskipun performa Carrick menjanjikan, laporan menyebutkan bahwa Manchester United masih mempertimbangkan beberapa kandidat lain untuk posisi manajer permanen di musim depan, termasuk pelatih yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Julian Nagelsmann, Roberto De Zerbi, dan Oliver Glasner dikaitkan, sementara Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel dilaporkan telah menolak tawaran. Keputusan akhir mengenai masa depan manajerial klub diperkirakan akan diambil pada akhir musim.