Berita

Kekurangan Meja dan Kursi di SMPN 3 Depok, Pemkot Berjanji Segera Penuhi Kebutuhan Siswa

Advertisement

DEPOK – Sebanyak 17 ruang kelas di SMPN 3 Depok dilaporkan masih kekurangan meja dan kursi, memaksa sebagian siswa membawa meja lipat dari rumah. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan akan segera mengatasi persoalan ini.

Ketidaksinkronan Perencanaan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Depok, Wahid Suryono, mengakui adanya ketidaksinkronan dalam perencanaan pembangunan ruang kelas baru (RKB). Pembangunan RKB yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disrumkim) tahun lalu, tidak serta-merta dilengkapi dengan mebelair.

“Pertama, kalau komen, saya memang harus diakui bahwa ini ada ketidaksinkronanlah gitu ya, nggak pas 100 persen dalam perencanaan. Karena kan memang pembangunan ruang kelas baru (RKB) itu kan tahun lalu tuh ada di Disrumkim ya. Nah, sementara pembangunan ada di Disdik,” ujar Wahid kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa meskipun pembangunan fisik RKB telah selesai, ketersediaan meja dan kursi menjadi kendala.

“Nah, memang jadi ya ada kurang klop dikit- lah kalau saya lihat gitu ya sehingga, ketika pembangunan selesai, memang ada RKB-RKB yang belum atau tidak tersedia mebelnya. Nah, ini masalah yang terjadi. Nah, kalau saya kira, terkait dengan yang kemarin ramai, katanya siswa pada bawa bangku dari rumah ya,” imbuhnya.

Instruksi Wali Kota dan Rencana Tindak Lanjut

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wali Kota Depok, Supian Suri, telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pembelian meja dan kursi.

“Pak Wali juga memerintah kan kami untuk lakukan percepatan-percepatan untuk menghitung. Kemudian membuat rencana tindak lanjut dan secepat mungkin untuk pemenuhan mebel ini. Dan kami sudah melakukan langkah-langkah di internal untuk upaya pemenuhan itu secepat mungkin,” jelas Wahid.

Advertisement

Tim detikcom telah meninjau langsung SMPN 3 Depok di Jalan Barito Raya Nomor 3, Depok II Timur, Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Jumat (23/1). Terlihat beberapa siswa membawa meja lipat dari rumah mereka.

Penjelasan Pihak Sekolah

Juru bicara SMPN 3 Depok, Nur, membenarkan adanya kekurangan meja dan kursi. Ia menjelaskan bahwa pembagian aset mebelair terjadi setelah sekolah tersebut berpisah dari SMPN 33, yang sebelumnya sempat bergabung.

“Yang kita paham ya, ini memang sudah, apa namanya, kondisinya memang masih kurang bangkunya karena memang sebelumnya itu kan kita bergabung sekolahnya dengan SMP 33 tuh,” ujar Nur.

“Nah, sekarang kan kita sudah misah, nah sebagian itu memang kursi dari SMP 33 jadi dibawa kembali, nah memang kondisinya kurang. Tapi memang itu atas kesepakatan kami dengan orang tua sih, kan mereka membuat pernyataan gitu,” tambahnya.

Anggaran Renovasi Rp 28 Miliar

SMPN 3 Depok sendiri baru diresmikan pada Kamis (8/1). Wali Kota Depok Supian Suri menyebutkan bahwa pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran sebesar Rp 28 miliar.

“Ini merupakan wujud dari harapan dari banyak murid, banyak kepala sekolah yang beberapa kali berkesempatan bercerita tentang kondisi gedung. Dan alhamdulillah dengan dana Rp 28 miliar, kita bisa bangun ini dengan 33 ruang kelas sehingga berkecukupan hanya saja tadi mebeler yang masih kurang, yang mudah-mudahan kita bisa cukupkan,” ujar Supian, seperti dikutip dari kanal YouTube Pemkot Depok, Jumat (23/1).

Advertisement